Krisis 1998, 2008, 2018???

 

Ilustrasi

Kalau kita melihat kejadian krisis ekonomi di Indonesia, seperti siklus? Memang pada 1998 terjadi krisis moneter, dan pada 2008 negara ini dilanda krisis keuangan. Lalu sejumlah kalangan mengingatkan akan terjadinya apa pada siklus 10 tahunan selanjutnya (2018).

Kini kita memasuk tahun 2018 tepat siklus 10 tahunan krisis? Sejumlah kalangan melihat siklus ini untuk dikaitkan dengan krisis yang terjadi berdurasi 10 tahunan. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menjelaskan, secara umum kondisi perekonomian Indonesia tahun 2018 ini sangat berbeda dengan kondisi 1998 atau 2008.

Apa yang dikatakan agus memang sangat berdasar. Mari kita lihat kondisi ekonomi kita dibanding 1998 atau 2008 sangat berbeda. Ini terlihat dari 3 rating agency yang memberikan predikat investment grade, seperti Fitch yang meningkatkan menjadi BBB. Peningkatan rating tersebut langsung direspon oleh pelaku pasar keuangan. Meskipun akhir tahun sudah memasuki musim liburan.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi ditarget 5,4% di tahun 2018, lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Berbagai kalangan sepakat bahwasanya tahun 2018 akan lebih baik disbanding tahun sebelumnya.

Hal yang tak kalang pentingnya prediksi membaiknya ekonomi itu, yakni Pilkada serentak di 171 daerah bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di 2018. Dengan adanya 171 pilkada itu, dampak nya akan menaikkan per tum buhan sehingga pertumbuhan ekonomi 5,4% yang kita per kirakan di APBN, boleh jadi bisa lebih.

Kita harus meyakinkan mereka supaya jangan pesimistis. Selalu dibawa ini tahun politik, tapi sebenarnya tidak ada apa-apa. Walaupun nanti ada satu daerah yang agak ramai, tidak akan menyulut ke daerah lain

Juga demikian dengan Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang, juga akan memberikan dampak yang besar terhadap per ekonomian nasional. Selain itu, Annual Meeting IMF-World Bank yang akan diselenggarakan di Bali juga berdampak pada ekon mi pada 2018.

Kita hanya berdoa pada tahun politik 2018 ini tidak “mendatangkan” hiruk pikuk yang dapat mengganggu perekonomian nasional. Ini menjadi catatan penting untuk kita perhatikan bersama, agar pesta demokrasi itu benar-benar tumbuh secara kedewasaan, yang menghadirkan kesejukan, sehingga ekonomi kita menjadi sejuk juga.(*)