Cuma Satu Paslon Daftar, KPU Jatim Perpanjang Masa Pendaftaran

SURABAYA (global-news.co.id)-Peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur belum ada yang mendaftar pada hari pertama pembukaan pendaftaran ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Senin (8/1/2018). Seandainya hingga pukul 24.00 WIB hari akhir pendaftaran, Rabu (10/1/2018), belum ada atau baru satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar, KPU Jatim akan memperpanjang proses pendaftaran pasangan calon (paslon) kepala daerah.

“Kalau yang mendaftar cuma satu paslon, tentu akan diadakan proses perpanjangan pendaftaran. Sesuai jadwalnya diperpanjang tiga hari,” kata Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito.

Sesuai jadwal KPU Jatim, proses pendaftaran paslon peserta pilkada Jatim dimulai tanggal 8 hingga 10 Januari. Pada hari pertama dan kedua, pendaftaran dibuka hingga pukul 16.00 WIB. Sedangkan hari terakhir pendaftaran dibuka hingga pukul 24.00 WIB.

Kemungkinan pendaftaran diperpanjang terbuka lebar. Ini menyusul salah satu bakal calon gubernur (bacagub), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) belum memiliki pasangan, setelah Abdullah Azwar Anas yang semula menjadi pasangan Gus Ipul, mendadak mundur.

Hingga hari pertama pendaftaran dibuka, Gus Ipul belum memiliki pasangan calon wakil gubernur. Sedangkan, paslon lain, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak juga belum mendaftar.

“Tapi kita lihat nanti apakah pasangan calon ini mendaftarkan atau tidak. Kalau dulu itu, ada proses sekitar tiga hari untuk menentukan, kemudian ada proses perpanjangan pendaftaran lagi. Kita lihat yang terbaru lagi seperti apa,”  ungkapnya.

Melihat undang-undang yang ada, lanjutnya, memang ada proses pendaftaran. Kalau memang hanya ada satu pasangan calon, akan dibuka lagi pendaftaran.

“Aturan itu ada di peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) nya. Soal tanggalnya, kita lihat petunjuk teknis (juknis) nya. Yang khusus dan detail itu di PKPU. Disitu ada petunjuk teknis dan macam-macam,” ucapnya.

KPU Jatim telah menyiapkan tim penerima pendaftaran bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Jumlahnya 7 orang. Terdiri dari tiga petugas untuk mengecek syarat pencalonan dan empat orang mengecek syarat pasangan calon. Mereka didampingi lima komisioner KPU Jatim untuk melihat apakah berkas-berkas itu memenuhi syarat atau tidak, apakah perlu ada perbaikan atau tidak.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Bawaslu, partai politik (parpol). Dua hari lalu KPU Jatim juga melakukan proses technical meeting, menyampaikan beberapa hal terkait apa yang harus dilakukan parpol dalam proses pendaftaran,” ujarnya.

Koordinasi juga dilakukan dengan rumah sakit, Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi dan himpunan psikolog.

Eko  mengatakan, meski belum ada satupun pendaftar yang datang ke kantor KPU Jatim namun  sudah ada petugas penghubung dari bacalon (liason officer) dan juga dari parpol, yang sudah melakukan langkah koordinasi dengan KPU Provinsi Jatim. Setidaknya ada penyampaian secara lisan, yang sudah dilakukan dan sekaligus menanyakan terkait pendaftaran Bacalon Pilgub Jatim 2018.

“Termasuk juga ada yang secara lisan menyampaikan akan mendaftar. Ada kemungkinan hari Rabu nanti daftarnya, itu hasil penyampaikan secara lisan yang sudah masuk ke kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), Prof Dr Harjono mengunjungi KPU Provinsi Jatim, Senin (8/1/2018). Dalam kunjungannya, Hardjono memantau tahapan pendaftaran bacalon juga sempat berdiskusi dengan beberapa wartawan di media center KPU Provinsi Jatim.

Kehadiran orang nomor satu di DKPP RI itu, diterima langsung oleh Ketua KPU Jatim Eko Sasmito, Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provisi Jatim Aang Kunaifi, Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyakarakat (SDM dan Parmas) KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro, Divisi Teknis KPU Jatim Muhammad Arbayanto.

Prof Dr Hardjono menyatakan secara garis besar, KPU Jatim sudah memenuhi kebutuhan dengan mempersiapkan pendaftaran Bacalon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Walaupun, pada hari pertama pendaftaran Senin (8/1) hingga pukul 16.00 Wib belum ada satu Bacalon yang mendaftar.

Hardjono menyampaikan agar KPU Jatim bisa belajar dari pengalaman sebelumnya, dalam melaksanakan tahapan Pilkada Jatim 2018. Menurutnya, kalau dari pengalaman sebelumnya barangkali saat memasuki saat jam terakhir atau hari terakhir, biasanya baru ada yang mendaftarkan diri.

Tidak hanya terkait dengan pendaftaran. Hardjono berharap dalam pelaksanaan Pemilukada saat ini, hal-hal yang menjadi persoalan dan yang bisa menimbulkan suatu masalah bisa dikurangi. Sehingga pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 dapat berjalan dengan Guyub Rukun, sesuai dengan tagline yang diusung. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar, sesuai dengan tahapan yang sudah disahkan, termasuk bakal calon akan ada yang segera daftar,” pungkasnya.

Kemarin Senin, kantor KPU Jatim juga dikunjungi Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin. Selain memantau kesiapan pengamanan, kapolda menegaskan penyelenggaraan pemilu juga dinilai siap menggelar Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

“Pada prinsipnya, pengamanan maupun penyelenggara siap melaksanakan pemilihan kepala daerah,” ujar kapolda kepada wartawan di sela kunjungan ke kantor KPU Jatim Jalan Tenggilis, Senin (8/1/2018).

Saat kunjungan, kapolda didampingi para pejabat utama, Kapolrestabes Surabaya, Ketua KPU Jatim dan beberapa komisioner KPU lainnya.

Kapolda juga meninjau beberapa ruangan, personel pengamanan yang berjaga di kantor KPU Jatim. Hingga mengecek barrier (kawat berduri) yang dipasang di sepanjang jalan depan kantor KPU Jatim. “Personel standby sejak dua hari lalu. Setiap hari anggota berjaga sampai seluruh tahapan pilkada selesai,” jelasnya.(ins/faz)