Azwar Anas Resmi Mundur dari Pilkada Jawa Timur

Abdullah Azwar Anas dan Saifullah Yusuf sebelum mundur dari pencalonan.

JAKARTA (global-news.co.id)-Abdullah Azwar Anas, calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Timur, akhirnya  mengembalikan mandat penugasan sebagai cawagub Jatim 2018 ke PDIP dan PKB, dua parpol pengusung. Meski demikian, Anas tidak memberikan penjelasan secara eksplisit terkait dengan foto tak pantas yang diduga dirinya bersama seorang perempuan yang hanya terlihat bagian kakinya.

Dalam surat yang dikirimkan pada sejumlah media tersebut, Abdullah Azwar Anas menyebutkan adanya pihak pihak yang menggunakan segala cara yang mengorbankan kehormatan keluarganya, para ulama dan sesepuh yang selama ini membimbingnya. “Saya tetap percaya bahwa mereka yang menggunakan politik segala cara akan diberikan keadilan oleh Allah SWT. Saya percaya ada nur-keadilan yang akan menerangi hamba Allah yang tidak sempurna ini,” tulis Azwar Anas.

Sebelumnya santer beredar kabar kalau Azwar Anas mengajukan pengunduran diri sebagai cawagub Jatim mendampingi Calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Dengan adanya pernyataan tertulis ini, Azwar Anas resmi mengundurkan diri sebagai cawagub.

Namun demikian, dalam surat tersebut, Azwar Anas tidak memberikan penjelasan terkait dengan beredarnya foto tak pantas yang diduga dirinya yang memangku kaki seorang perempuan dan diduga sebuah botol minuman beralkohol.

Seperti diketahui, Anas diberi mandat mendampingi Gus Ipul maju Pilgub Jatim. Gus Ipul-Anas juga sempat bersafari politik ke beberapa daerah di Jatim. Namun, situasi politik berubah karena isu mundurnya Anas sebagai cawagub Jatim. Anas juga sempat ‘menghilang’ dari peredaran.

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan Kediri KH Anwar Iskandar mengatakan para kiai pendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas di pilgub Jatim langsung berembuk setelah beredarnya foto-foto diduga Azwar Anas. “Para kiai sudah bersepakat dalam menyikapi kasus ini,” kata Anwar yang juga kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) seperti dikutip dari Tempo.

Beberapa kesepakatan yang diambil, kata Anwar, antara lain tetap menjaga persatuan dan kesolidan tim yang mendukung Syaifullah Yusuf. Mereka juga bersepakat untuk mengembalikan persoalan Anas kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP sebagai partai yang mencalonkan.

Menurut Anwar, persoalan Azwar Anas merupakan tanggung jawab PDIP. Para kiai, katanya, tidak ikut campur terhadap upaya penyelesaian di internal PDIP.  “Kami kembalikan dia (Azwar Anas) kepada PDIP,” kata Gus War, sapaan akrab Anwar Iskandar.

Anwar menilai pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang mempertahankan Azwar Anas bukan sikap resmi partai. “Pernyataan Pak Hasto belum sikap partai, kami masih menunggu,” kata Kiai Anwar.

Menurut Anwar pendukung Syaifullah Yusuf masih solid dan kompak, baik di kalangan kiai maupun akar rumput. Mereka diyakini bergeming meskipun diserang dengan isu moral Azwar Anas.

Berikut isi lengkap penjelasan tentang pengembalian mandat tersebut dari keterangan tertulis yang dikutip dari detikcom, Sabtu (6/1/2018):

Yth. Para Kiai, tokoh masyarakat, kawan-kawan seperjuangan, dan seluruh masyarakat Jawa Timur, teristimewa masyarakat Banyuwangi yang sangat saya cintai.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Melalui perenungan mendalam usai salat Subuh hari ini, dengan memohon pencerahan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala dinamika yang terjadi, dengan ini saya menyampaikan beberapa hal.

Berbagai cobaan, godaan kekuasaan, penyuapan, bahkan cara-cara yang tidak manusiawi telah saya lalui dalam hampir dua periode memimpin Banyuwangi, dan Alhamdulillah, saya bisa atasi dan masyarakat Banyuwangi memberi apresiasi atas kerja pelayanan saya dengan berbagai indikator perbaikan yang rigid dan terukur, seperti penurunan kemiskinan dan peningkatan pesat pendapatan per kapita rakyat.

Namun ketika saya berproses dalam pencalonan sebagai wakil gubernur, ada pihak-pihak yang menggunakan segala cara yang mengorbankan kehormatan keluarga saya, rakyat Banyuwangi dan Jawa Timur, serta para ulama dan sesepuh yang selama ini membimbing saya.

Untuk itu, demi tanggung jawab saya kepada masyarakat, bahwa menjadi pemimpin itu harus amanah, juga demi terwujudnya program-program kerakyatan partai dalam pembangunan untuk menyejahterakan rakyat Jatim, maka saya memberikan kembali mandat penugasan sebagai cawagub Jatim ke partai.

Saya sungguh mengucapkan terima kasih, kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, keluarga besar PDI Perjuangan dan Nahdliyin yang telah memberi kepercayaan kepada saya. Ibu Megawati telah mengajarkan kepada kami semua untuk memegang teguh komitmen terhadap aspek-aspek kepemimpinan.

Akhir kata, saya tetap percaya bahwa mereka yang menggunakan politik segala cara akan diberikan keadilan oleh Allah SWT. Saya percaya ada nur-keadilan yang akan menerangi hamba Allah yang tidak sempurna ini.

Untuk selanjutnya, saya akan berjuang dengan segenap daya dan upaya, bersama-sama rakyat Banyuwangi, untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua sebagaimana telah berhasil kita jalankan dalam hampir delapan tahun terakhir.

Wassalamualaikum Wr Wb