Alarm Antikantuk Mahasiswa PENS Buat Pemotor Terjaga

GN/Ilustrasi

SURABAYA (global-news.co.id)-Banyaknya pengemudi motor yang mengalami kecelakaan karena mengantuk mendorong tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) membuat alat yang berfungsi untuk memperingatkan pengemudi sudah dalam kondisi mengantuk.

Sleep Control for Biker (SCB), nama alat tersebut diciptakan tiga mahasiswa PENS, yakni Elviana Arisaputri, Dliyauddin I dan Kevin Natanael.

Elviana Arisaputri mengatakan dirancang untuk mengurangi angka kecelakaan pengguna sepeda motor yang marak karena mengantuk. “Alasan diciptakannya alat ini karena banyak pengendara sepeda motor yang kecelakaan karena mengantuk di jalan. Kami membuat alat ini untuk mengurangi angka kecelakaan tersebut,” kata Elviana.

Dia menjelaskan, SCB akan memberi peringatan kepada pengguna motor ketika berada dalam keadaan mengantuk. Nantinya ketika mengantuk, akan muncul pemberitahuan di gelang dan helm.

“Ada dua device di gelang dan di helm. Di gelang terdiri dari sensor denyut nadi sama ada notifikasi di gelang tersebut. Yang kedua device yang ada di helm nantinya akan menampilkan suara melalui headset bluetooth,” ujar Elviana, Rabu (17/1/2018).

Dia mengemukakan, ukuran frekuensi ketika seorang sedang mengantuk adalah 40 ke bawah. Jika berada dalam frekuensi itu, otomatis ndenyut nadi akan terbaca dan terbilang mengantuk.

“Setelah itu ada pemberitahuan di LCD berupa peringatan nada bahwa kita harus menepi karena sedang mengantuk,” tuturnya.

Namun demikian, perangkat tersebut masih dalam bentuk prototipe. Jadi komponennya masih memakai modul. Namun jika alat itu nantinya bisa dilanjutkan dan dikembangkan, Elviana dan rekannya akan membuat sendiri komponennya. “Kami tinggal memprogram dan menghubungkan komunikasi datanya melalui desain for denyut nadi. Kami pakai sensor yang lebih akurat di pergelangan tangan,” kata dia.

Elviana dan kelompoknya menghabiskan Rp1,3 juta untuk modal awal beserta risetnya. “Harapan kalau ada dana dan waktu kita ingin lebih mengembangkan di sisi mekanik dan bentuk agar lebih kecil. Di helm juga lebih aman lagi,” ujarnya. (ant/faz)