Tepung Kelor Desa Kesilir Jember Lawan Imej Mistis, Dipesan hingga 2 Ton Per Bulan

GN/Asepta Yoga Permana
Salah satu kebun tanaman kelor yang dibudidayakan warga Wuluhan, Jember.

Dunia tak selebar daun kelor,” Begitulah peribahasa yang menggunakan daun kelor sebagai perumpamaan.  Daun kelor tak hanya dikenal melalui peribahasa, tapi juga sisi mistisnya. Tapi tahukah Anda jika daun kelor memiliki peluang bisnis menggiurkan terlebih dalam wujudnya sebagai tepung daun kelor?

Oleh: Asepta Y. Permana, KAB. JEMBER

Daun kelor sering dipercaya untuk mengusir makhluk halus yang merasuki tubuh seseorang. Juga ditakuti mereka yang biasa mencari kesaktian dengan bantuan kekuatan makhluk halus.

Bahkan di era telpon pintar ini, masih banyak juga orang juga masih sulit lepas dari belenggu mitos mistis daun kelor. Orang percaya jika ada orang yang sakit parah dan tergeletak lama namun tidak juga meninggal, orang tersebut diduga memiliki kesaktian yang harus segera dilepas dari tubuhnya.

Untuk membantu melepas kesaktiannya, orang tersebut diusap dengan daun kelor hingga akhirnya dapat meninggal dengan tenang. Saat jasadnya dimandikan, orang tersebut juga disapu lagi dengan daun kelor supaya bersih dari segala makhluk dan benda mistis yang masih menempel pada jasadnya.

Tapi tak banyak yang tahu daun kelor juga bisa jadi sarana menghasilkan fulus. Inilah yang disampaikan produsen tepung daun kelor bermerek dagang ‘Kelir’, Kesilir Marongghi Center Community (KM-2C). Sekarang, industri rumahan di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember ini harus berpikir keras untuk memenuhi permintaan tepung daun kelor sebesar 2 ton per bulan.

“Kami mendapatkan permintaan besar itu saat promosi via online. Pemesannya dari Jakarta, rencananya akan diekspor ke Kanada,” ujar Imam Syafi’i, pemilik KM-2C saat ditemui Global News di lokasi, Kamis (30/11/2017).

Bibit kelor disediakan bagi warga yang ingin menanam. Nantinya, daun kelor yang siap panen akan dibeli,

Saat ini, Imam mengaku menghasilkan 30 kilogram (kg) bahan baku berupa daun kelor basah. Jika diolah, menghasilkan 3 kg tepung kelor. Selama sebulan, KM-2C cuma mampu menghasilkan 50 kg tepung daun kelor.

“Daun kelor basah dilayukan dahulu, kemudian dijemur di terik matahari dua hari ketika cuaca cerah. Selanjutnya, dihaluskan dengan mesin penepung biasa sampai menjadi tepung. Tepung yang dihasilkan sekitar 10 persen dari bahan baku daun kelor basah,” tandasnya.

Ia menjelaskan, saat menjemur daun kelor tidak boleh terlalu kering, agar tepung yang dihasilkan berwarna hijau, tidak kecokelatan. Supaya warna tepung yang dihasilkan tetap ‘cantik’,  Imam memiliki strategi khusus, yaitu alas yang digunakan untuk menjemur harus berasal dari bahan organik, seperti tampah. Jika dari plastik, tepung yang dihasilkan warnanya juga menjadi cokelat.

Penjemuran daun kelor dilakukan secara khusus agar dipeoleh tepung kelor yang berkualitas.

Imam mengaku kesulitan saat musim hujan ini, karena itu ia berencana untuk mengeringkan menggunakan oven.

“Pelanggan juga bisa pesan khusus 1 kilogram langsung dengan harga Rp120.000,” ungkap Imam. Dijelaskannya, untuk tipe tepung kelor premium diolah dari bahan baku pilihan, yaitu daun kelor yang sudah tua dan hijau, serta tanpa gagang daun.

Imam menjelaskan, 50 kg tepung yang dihasilkan tiap bulannya itu berasal dari kebun kelor seluas 2,25 hektare (ha). Rinciannya di Desa Andong Sari seluas 1 ha, Taman Sari 0,25 ha, Dempok 0,5 ha, dan Glundungan 0,5 ha. “Kami juga membeli bahan baku daun kelor dari warga-warga hingga ke luar Wuluhan. Ini kami lakukan untuk memenuhi permintaan pelanggan,” tandasnya.

Kebun kelor seluas 2,25 ha merupakan mitra kerjasama. Mencontoh konsep kemitraan tembakau, KM-2C menyediakan benih dan pupuk kelor, ketika sudah panen, daunnya akan dibeli KM-2C.

Harga bibit kelor Rp 15.000 per bibit. Untuk pembibitan sebenarnya sangat mudah, jika tanahnya tidak keras, batang kelor yang ditancapkan dalam tanah di polibag akan tumbuh tunas selama 7 hari. Tapi jika musim hujan bisa lebih dari 20 hari. Bagian atas batang yang ditancapkan tadi ditutup plastik agar tidak membusuk.

“Saya memanen setiap 15 hari sekali, dari 400 pohon kelor, saya menghasilkan daun kelor basah 15 kilogram sekali panen. Kita juga bisa memanfaatkan bagian bawah tanaman kelor untuk tumpang sari, kebetulan di kebun saya ditanami cabe jamu,” ujar Dedi Setyawan, pemilik kebun kelor di Taman Sari.

Sementara, harga daun kelor basah Rp 2.000 per kilogramnya, sedangkan untuk daun kelor kering harganya lebih mahal, yaitu grade 1 seharga Rp 60.000 per kilogramnya, bahan baku ini untuk tepung premium. Sedangkan grade 2 dan 3 masing-masing seharga Rp 50.000 dan Rp 40.000 per kilogram.

Beberapa produk tepung kelor yang sudah beedar di pasaran. Pemintaan ekspor meningkat melalui penjualan online atau daring.

Produk

Kelir milik KM-2C merupakan singkatan dari “Kelor Kesilir”. Tepung ini berwarna hijau. Cara konsumsinya bermacam-macam, paling nikmat jika diseduh seperti teh. Bisa juga dicampurkan dalam minuman kopi, komposisinya 10 persen tepung kelor, lainnya kopi. Aromanya sangat khas, jika Anda tidak senang dengan aromanya maka bisa memasukkannya ke dalam kapsul untuk dikonsumsi. “Anda bisa menikmati secangkir hingga dua cangkir teh dalam sehari. Minuman dari kelor ini aman untuk lambung,” ujar Imam Syafi’i.

Selain minuman, tepung daun kelor juga bisa diolah menjadi jajanan, seperti stick, pudding, permen, dan cookies.

Khasiat

Sejumlah literasi menyebutkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan bayi dan balita mengonsumsi daun kelor untuk masa pertumbuhan mereka. Selain itu, WHO juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa kelor berjasa sebagai penambah kesehatan murah selama 40 tahun di negara-negara termiskin di dunia.

National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 pun mengatakan, pohon kelor telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera (nama latin kelor).

Melalui produknya, Imam Syafi’i mengklaim tepung kelor bisa bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Di balik daun kecilnya itu, kelor memiliki sejuta manfaat tak terduga bagi kesehatan.

Ani Suhartiningsih, bidan istri mantan kades 2006-2013 Nurrohim, mengatakan, kelor memiliki kandungan vitamin C tujuh kali dari jeruk, protein, kalsium, dan zat besi. “Tepung kelor dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi dan kolesterol. Namun efek samping yang mungkin muncul adalah pusing di awal,” ujar Ani.

Bagi pria, tepung kelor dapat bermanfaat untuk vitalitas, tahan lama saat berhubungan suami-istri. Hal ini karena kandungan protein kelor sebanyak tujuh kali kandungan protein dalam telur ayam kampung.

“Tepung diseduh seperti teh, kemudian dicampurkan sedikit jeruk nipis, diminum sebelum berhubungan intim,” jelasnya.

Sedangkan bagi wanita, bisa digunakan untuk mempercantik dan memperhalus kulit wajah. Tepung kelor bisa dijadikan sebagai masker. Tepung kelor diberi dengan air hangat dan jeruk nipis, ratakan di kulit wajah seperti masker.

“Ini sudah kami buktikan, gadis penuh dengan jerawat, ketika menggunakan masker tepung kelor ini, jerawatnya hilang dan kulitnya halus dalam tujuh hari penggunaan. Sehari satu kali digunakan sebagai masker,” ungkapnya.

Pemasaran

Imam Syafi’i tak mudah menjalani bisnisnya. Selama dua tahun sejak 2014 dia jatuh bangun menjalani usaha tepung daun kelor. Tantangan yang dihadapi karena kuatnya mitos daun kelor bagi masyarakat, khususnya di Jember.

“Masyarakat takut kesaktiannya, seperti susuk yang tertanam dalam tubuh akan luntur jika mengonsumsi kelor. Belum lagi jika kelor memiliki image dengan jenazah, orang meninggal di sini saat memandikan pasti menggunakan daun kelor,”  ujar Imam Syafi’i. Namun tantangan itu lambat laun dapat ia atasi dengan praktik langsung.

Setelah itu Imam pun menamai usahanya KM-2C sejak 2 April 2017. Imam Syafi’i yang juga Ketua dari Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) setempat mengungkapkan, KM-2C pemasarannya menggunakan jaringan KPM di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti di Jember, Tuban, Nganjuk, dan Banyuwangi. Selain itu juga banyak permintaan dari Batam, Lampung, dan Bali.

KM-2C juga memanfaatkan jejaring sosial untuk penjualannya. KM-2C juga pernah menerima permintaan dari Hongkong dari penjualan online tersebut. (*)