Kebutuhan Avtur Bandara Aceh Melonjak 150%

BANDA ACEH  (global-news.co.id) – Pertamina MOR I memprediksi kebutuhan bahan bakar avtur di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh meningkat hingga 150% selama libur panjang. Untuk menjaga keamanan saluran distribusi produk, Pertamina membentuk tim satgas Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

General Manager MOR I, Erry Widiastono, mengatakan, penyaluran harian normal avtur di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda yaitu sebesar 50 kiloliter perhari. Jumlah tersebut diperkirakan akan melonjak hingga 150% menjadi 125 kiloliter perhari. “Ketahanan stok Avtur di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda ditunjang oleh Depot Pengisian Pesawat Udara Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda,” kata Erry dalam keterangan tertulis, Jumat (22/12/2017).

Selain Avtur, Pertamina juga memprediksi konsumsi BBM jenis Gasoline di Aceh akan mengalami kenaikan sebesar 6,8% dari penyaluran rata-rata normal sebesar 1858 kiloliter menjadi 1985 kiloliter. Lonjakan konsumsi tertinggi diperkirakan akan terjadi pada H-3 Natal atau 22 Desember 2017.

Guna mengantisipasi pasokan, Pertamina MOR I telah mempersiapkan SPBU kantong di dua lokasi yang menjadi pusat konsumsi BBM tertinggi di wilayah Aceh, yaitu di Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Penyediaan kantong SPBU tersebut berupa mobil tangki dengan muatan BBM.  “Hal ini agar pelayanan dan distribusi dapat lebih cepat mengantisipasi jalur yang padat di jalan,” jelas Erry.

Pasokan BBM ke masyarakat di Aceh disuplai dari lima terminal BBM, yakni TBBM Sabang, TBBM Krueng Raya, TBBM Lhokseumawe, TBBM Meulaboh, dan TBBM Simeulue melalui 111 SPBU yang tersebar di seluruh wilayah Aceh. Sementara untuk elpiji 3 kilogram, Pertamina menambah pasokan sebanyak 100.097 tabung dari penyaluran harian rata-rata 90.223 tabung. Ketahanan pasokan LPG wilayah Aceh ditunjang oleh Depot LPG Pangkalan Susu di Medan (Sumatera Utara), 7 SPPBE dan dialirkan melalui 65 agen dan 2.416 pangkalan LPG 3 Kg.

Menurut Erry, Satgas Natal dan tahun baru yang dibentuk sudah mulai bekerja sejak 18 Desember hingga 7 Januari 2018 mendatang. Satgas ini fokus terhadap pengamanan pasokan di daerah yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. “Fokus pengamanan pasokan adalah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi masyarakat yang merayakan natal, serta lokasi yang menjadi tujuan wisata masyarakat terkait libur tahun baru yang berbarengan dengan libur sekolah, dan jalur lintas Sumatera,” ungkap Erry.fan,dtc