Dua Sekolah Raih Adiwiyata Nasional, Optimistis Menuju Kota Adiwiyata

GN/Istimewa
Salah satu pojok SDN III Kowel Kecamatan Kota Pamekasan yang terlihat hijau oleh berbagai jenis tanaman.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pada akhir atau penghujung tahun 2017 ini Pamekasan patut berbangga. Dua sekolah dari Bumi Gerbang Salam ini berhasil meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Dua sekolah itu adalah SDN Kowel III Kecamatan Kota Pamekasan dan SMPN 2 Larangan Pamekasan.

Penghargaan atas prestasi yang dicapai oleh dua sekolah tersebut diterima langsung oleh masing masing kepala sekolah dua sekolah tersebut dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Lingkungan Hidup di Jakarta, Kamis (21/12/17) kemarin.

Prestasi Adiwiyata tingkat nasional tahun ini merupakan kesekian kalinya untuk sekolah binaan Dinas Pendidikan dan  Pemkab Pamekasan. Sebelumnya SMPN 1 Larangan juga telah meraih predikat sekolah Adiwiyata Nasional, bahkan sekolah ini telah mendapat pengukuhan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Drs Moh Tarsun MSi mengaku bangga dengan keberhasilan dua sekolah tersebut meraih predikat sekolah Adiwiyata Nasional. Ia berharap dua sekolah itu nanti juga akan mendapat predikat sebagai sekokah adiwiyata  mandiri sebagaimana telah diraih oleh SMPN 1 Larangan.

“Yang jelas untuk menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri SDN Kowel III dan SMPN 2 Larangan itu harus mendapat perhatian dari berbagai macam aspeknya. Kami akan mengupayakan itu secara serius. Terutama kami berharap peran dari Badan Lingkungan Hidup Pamekasan yang sangat strategis untuk dukungannya,” katanya.

Tarsun mengungkapkan untuk meraih sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, maka dua sekolah peraih adiwiyata nasional harus memiliki 10 sekolah binaan. 10 sekolah  binaan itu harus menerima imbas dari keberhasilan yang dicapai oleh sekokah peraih adiwiyata nasional.

Dengan baiknya pembinaan bersama sekolah imbasannya, lanjut Tarsun,  maka diharapkan dalam waktu tidak begiitu lama maka budaya hidup bersih sehat dan cinta lingkungan, bagi para siswa dan generasi muda di Pamekasan akan terus bangkit dan baik.

“Target program ini bukan hanya adiwiyatanya, tapi bagaimana menumbuhkan pengetahuan sikap dan keterampilan hidup bersih sehat dan peduli lingkungan bagi siswa dan generasi muda. Dengan banyaknya sekolah yang dapat adiwiyata dan sekolah binaannya, maka insya Allah dalam waktu dekat cita cita itu akan tercapai,” katanya.

Tarsun menceritakan tujuan pokok keseriusan membina sekolah Adiwiyata itu adalah mencapai Pamekasan sebagai Kota Adiwiyata. Rencana mencapai Kota Adiwiyata itu tercetus pada tahun 2012 lalu, setelah Pemkab Pamekasan melakukan studi banding ke Kota Madiun sebagai kota Adiwiyata.

“Kami bergerak mulai tahun 2013 lalu. Saat itu bapak Bupati Achmad Syafii memerintahkan kami untuk menindaklanjuti obsesi jadi Kota Adiwiyata tersebut. Dan kami melangkah dengan mengumpulkan para kepala sekolah dan kordinasi dengan pihak lainnya. Akhirnya kini kita telah memiliki tiga sekolah Adiwiyata Nasional dan satu Adiwiyata Mandiri,” pungkasnya. (mas/*)