Aspidsus Kejati Jatim Minta KPU Tidak Main-main Dana Hibah

Aspidsus Kejati Jawa Timur, Didik Farkhan Alisyahdi saat memberikan materi (Kamis, 07/12/2017)

SURABAYA (global-news.co.id)-Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Aspidsus Kejati) Jawa Timur, Didik Farkhan Alisyahdi mengingatkan komisioner  baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur dan KPU 38 kota/kabupaten di Jatim agar berhati-hati dalam mengelola dana hibah yang nilainya digabungkan mencapai Rp 1,6 triliun.

Hal itu disampaikan Aspidsus saat memberikan materi dalam Bimtek Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Dana Hibah Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018.

“Hibah ini modusnya gampang dan bermacam-macam. Bisa markup harga barang, menyerahkan dana hibah kepada pihak lain yang tidak berhak, tidak mengembalikan sisa kelebihan dana hibah, tidak membayar pajak, membuat LPJ (laporan pertanggungjawaban-red) tidak sesuai aturan, dan lain sebagainya,” terang pria yang juga alumni Hukum Universitas Brawijaya ini, Kamis (7/12/2017).

Sebagaimana dipaparkan Didik, hibah merupakan pemberian uang atau barang atau jasa dari pemerintah daerah kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat serta tidak secara terus menerus yang bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan urusan pemerintah daerah.

“KPU untuk pilgub hibahnya dari daerah yaa, baik dari pemerintah kabupaten/ kota ataupun dari pemerintah provinsi. Saya dengar hibah untuk Pilgub tahun 2018 sebesar Rp 871 miliar, lalu kabupaten/ kota hampir Rp 700 miliar, berarti hampir Rp 1,6 triliun yang Bapak/ Ibu kelola. Ini adalah jumlah yang cukup besar untuk dikelola. Jadi Bapak/ Ibu harus hati-hati,” ujar mantan Kepala Kejari Surabaya ini.

“Harapan Kami pengelolaan dana hibah untuk Pilgub Tahun 2018 tidak akan ada penyelewengan. Dan harapan kami untuk semua tahapan bisa berjalan lancar. Kalau pun perlu pendampingan kejaksaan, kami siap. Mungkin pendampingan untuk suatu  pengadaan dan lain-lain sampai pelaksanaan penggunaan dana hibah,” ujarnya.

HM Eberta Kawima, Sekretaris KPU Jatim

Di tempat yang sama, Sekretaris KPU Jatim, HM. Eberta Kawima meminta para penyelenggara pemilu agar tidak bosan berkali kali membaca peraturan. Menurut Sekretaris KPU Jatim ini, KPU telah menerima, mengelola, dan membelanjakan anggaran yang harus dipertanggungjawabkan penggunaannya. “Pertanggungjawaban ini sifatnya wajib ain. Karena uang yang kita kelola adalah uang negara, uang rakyat. Maka dari itu saya mohon kepada Bapak/ Ibu untuk tidak bosan dan jenuh membaca peraturan,” ujar pria akrab disapa Wima ini.

Dengan merasa jenuh dan bosan membaca peraturan secara psikologi akan membuat pengelola keuangan merasa sudah tahu, sudah paham, dan sudah mengerti. “Lalu apa akibatnya? Kita akan menggampangkan dan meremehkan. Dengan begini akan berdampak pada pertanggungjawaban keuangan yang tidak lengkap, tidak sesuai, dan tidak selesai. Sehingga nantinya ketika diperiksa ada temuan,” tegas Wima.

Tidak hanya membaca peraturan saja menurut Sekretaris KPU Jatim ini, namun lebih dari itu, saling bertukar pikiran terkait pengelolaan keuangan dan pelaksanaan Pilkada Serentak usai membaca peraturan juga penting.

Selain materi yang diberikan Aspidsus dan sekretaris KPU Jatim, juga memberikan materi, Inspektur KPU RI, Adiwijaya Bakti yang membahas tentang Pengawasan dan Pengendalian Pengelolaan Keuangan Anggaran Hibah Pilgub Tahun 2018.

Secara terpisah, Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM dan Parmas) KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro kembali mengajak masyarakat untuk menyalurkan aspirasi politik dengan memberikan hak suaranya dalam pilkada serentak Juni 2018 nanti.

Terkait itu, Gogot mengatakan KPU Jatim kembali melaksanakan Gerak Jalan Sadar Pemilihan Serentak 2018 jilid kedua, pada 17 Desember 2017.  Gerak jalan serupa sudah dilaksanakan sebelumnya, Oktober 2017.

Agenda Jalan Sehat “Guyub Rukun” Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018, kata Gogot, bakal diikuti jumlah peserta lebih meriah. KPU Jatim menargetkan sedikitnya 4 ribu orang peserta dalam kegiatan ini. Kupon undian bisa didapat di kantor KPU Jatim Jalan Raya Tenggilis 1 – 3 Surabaya.

Tidak hanya target peserta yang bertambah. KPU Jatim juga menambah nilai dan bobot hadiah Jalan Sehat “Guyub Rukun” Pilgub Jatim 2018. Hadiah utama yang disiapkan yakni satu unit sepeda motor dan puluhan hadiah lainnya seperti kulkas, sepeda gunung, telivisi LED, kompor gas serta beberapa hadiah menarik lainnya.

Jalan Sehat “Guyub Rukun” Pilgub Jatim 2018, juga dipastikan akan lebih heboh lagi karena akan dimeriahkan dengan sederet artis dangdut kenamaan asal Jawa Timur. Beberapa di antaranya ada Erna D’Academy 2, Neo Sari dan Lovina AG, yang semuanya akan totalitas dalam menghibur peserta jalan sehat. (faz/sir)