APBD 2018 Capai Rp 1,8 T, Realisasi Harus Berkualitas dan On Time 

GN/Masdawi Dahlan
Suasana pengesahan APBD 2018 di gedung DPRD Pamekasan. Realisasi APBD 2018 harus berkualitas dan tepat waktu.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Wakil Ketua DPRD Pamekasan H Imam Hosairi meminta agar pihak eksekutif benar benar serius merealisasikan APBD 2018 tepat waktu (on time) dengan kualitas bagus. Dia tidak ingin selalu terjadi keterlambatan dalam merealisasikan APBD.

H Imam Hosairi mengungkapkan hal itu terkait dengan telah disahkannya APBD 2018, dalam sidang  paripurna DPRD Pamekasan, Jumat (29/12/17) kemarin.

“Saya minta agar realisasinya tepat waktu. Jangan terus telambat dengan berbagai macam alasan. Sekiranya diupayakan dengan terencana dengan disemangati dan konsistensi dalam merealisasikan anggaran maka,  akan mudah untuk merealisasikan anggaran itu tepat waktu tepat sasaran dan kualitas yang baik pula,” tururnya.

Jumlah total APBD Pamekasan tahun anggaran 2018 mencapai Rp 1,8 triliun lebih.

Selama ini tiap tahun selalu ada anggaran yang tidak terserap maksimal tepat waktu. Kondisi tersebut menyebabkan anggaran pembangunan yang harus dinikmati oleh rakyat jadi tertunda atau tidak bisa dinikmati tepat waktu. Yang ironis, banyak anggaran pembangunan yang nilainya besar namun tak bisa terlaksana tepat waktu sehingga harus disatukan dengan anggaran tahun berikutnya.

GN/Masdawi Dahlan
H Imam Hosairi, Wakil Ketua DPRD Pamekasan dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Dikatakan H Imam Hosairi, sering terjadinya ketidaktuntasan realisasi anggaran tiap tahun mengakibatkan pelayanan terhadap masyarakat tidak maksimal. Padahal semestinya anggaran itu jika terealisasi tepat waktu, dengan demikian  maka masyarakat akan menikmati hasil pembangunan  lebih maksimal, sesuai perencanaan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.

Selain masalah ketepatan waktu, dia juga meminta agar kualitas proyek pembangunan yang terlaksana harus berkualitas baik. Semua pihak terkait pelaksanaan pembangunan utamanya bidang fisik, baik eksekutif maupun pihak pemborong atau pelaksana pekerjaan pembangunan harus memiliki komitmen yang sama untuk menghasilkan kualitas hasil pekerjaan yang berkualitas.

Yang paling penting juga, lanjut pimpinan dewan asal Partai Kebangkitan Bangsa ini, ia meminta agar masyarakat juga ikut melakukan pengawasan realisasi pelaksanaan pembangunan tahun 2018 mendatang. Sehingga pelaksanaan pembangunan bisa terkontrol  bersama rakyat,  dengan begitu harapan agar pelaksanaan pembangunan tepat waktu dengan kualitas yang baik pula bisa terwujud.

Dari sekian macam program pembangunan yang harus mendapat  perhatian serius, tambah  H Imam Hosairi,  adalah bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan dan infrastruktur. Empat bidang ini merupakan prioritas pembangunan Pamekasan selama ini. (mas/*)