Penutupan Bandara Ngurah Rai akibat Letusan Gunung Agung Diperpanjang hingga Rabu

GN/Ist
Suasana Bandara Ngurah Rai saat leusan Gunung Agung. Pihak pengelola, Selasa (28/11/2017) kembali menutup bandara karena tidak amannya keselamatan penerbangan akibat debu Gunung Agung.

DENPASAR  (global-news.co.id)- Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, selama dua hari terakhir ditutup dari aktivitas penerbangan. Penutupan yang sudah dilakukan kemarin Senin dan Selasa (28/11/2017), bakal diperpanjang hingga (Rabu 29/11/2017).

Communication and Legal Section Head Kantor Cabang PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim mengatakan keputusan memperpanjang penutupan ini akibat abu vulkanik Gunung Agung yang masih membahayakan untuk penerbangan.

Pesawat pesawat milik sejumlah maskapai penerbangan diparkir di pelataran parkir pesawat.

“Sesuai rapat koordinasi terakhir manajemen Bandar Udara Ngurah Rai bersama sejumlah stake holder, memutuskan memperpanjang bandar udara tidak beroperasi secara semestinya,” papar Arie Ahsanurrohim dalam rilis yang diterima sejumlah media, Selasa (28/11/2017). “Bahwa Bali Air Port akan tutup hingga tanggal 29 November 2017 pukul 07.00 WITA,” lanjutnya, Selasa (20/11/2017).

Abu vulkanik Gunung Agung yang sudah mencapai ketinggian 25 ribu kaki pergerakannya terpantau berada di atas ruang udara bandara internasional Ngurah Rai, Bali. Sehingga manuver pesawat yang akan mendarat maupun terbang di atas bandara tidak bisa berjalan lancar. “Manuver pesawat yang datang ke Bali maupun yang berangkat dari Bali tidak bisa lancar,” kata Arie.

Dia menambahkan, akibat penutupan bandar udara ini, ada 443 penerbangan yang sudah dibatalkan. Dengan asumsi total penumpang yang tidak bisa berangkat dan datang ke Bali, mencapai 59.539 penumpang. “Per hari ini saja itu sudah mencapai 443 penerbangan sesuai fligth plan dengan total penumpang 59.539 orang. Itu untuk hari ini saja sesuai fligth plan,” ujar Arie.(dtc)