Jawa Timur Waspada Banjir, Longsor dan Puting Beliung

Tampak sejumlah longsoran batu dan tanah memenuhi jalan di kawasan Ngantang, Malang, Rabu (15/11/2017) sore.

SURABAYA (GN)- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), meminta masyarakat mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem saat peralihan dari musim kemarau, menuju musim hujan sepeti yang terjadi sekarang ini. BMKG mengimbau masyarakat di Provinsi Jawa Timur agar mewaspadai peningkatan potensi hujan lebat di sertai angin kencang mulai, Selasa (14/11/2017) hingga Kamis (16/11/2017) hari ini.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan bahwa hujan lebat akan disertai kilat/petir dan angin kencang. “Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang pohon tumbang dan jalan licin,” katanya, Rabu (15/11/2017).

Senada juga disampaikan Kepala BMKG Juanda, Agus Wahyu. Ia mengatakan, saat ini memang sedang terjadi peralihan musim dari musim panas ke musim hujan. “Ada kecenderungan kalau peralihan musim seperti ini akan terjadi angin kencang yang melanda beberapa wilayah di Jawa Timur,” katanya.

Ia mengemukakan, perubahan cuaca ini terus dilaporkan BMKG Juanda kepada pihak-pihak terkait, salah satunya kepada pemangku kepentingan yang ada di Bandara Internasional Juanda Surabaya. “Karena salah satu fungsi dari BMKG Juanda adalah untuk memberikan informasi terkini terkait dengan cuaca untuk penerbangan di lingkungan Bandara Internasional Juanda ini,” katanya.

Ia mengatakan, informasi terkait dengan kondisi cuaca untuk penerbangan ini mutlak diperlukan, mengingat penerbangan itu berhubungan langsung dengan kondisi cuaca. “Termasuk juga terkait dengan beroperasinya bandara ini salah satunya juga dipengaruhi adanya perubahan cuaca di wilayah setempat,” katanya.

Saat ini juga terjadi hujan di beberapa wilayah yang ada di Jawa Timur dengan intensitas bervariasi dibarengi angin kencang. Beberapa daerah yang dimaksud adalah Bangkalan, Batu, Ngawi, Bojonegoro, Bondowoso, Jombang, Magetan, Nganjuk, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Kota Malang, Kota dan Kabupaten Madiun, Gresik, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pasuruan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Probolinggo.

Daerah pesisir seperti di Perairan Selatan Jawa Timur juga diperingatkan untuk mewaspadai ketinggian gelombang laut yang bisa mencapai 2,5 meter. Sedangkan wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa Timur, ketinggian ombaknya bisa mencapai 3 meter. Kondisi semacam ini dipicu oleh sirkulasi Siklonik di sejumlah lokasi, seperti di Teluk Thailand di (Lapisan 925/800 hPa), di Laut Sulawesi (Lapisan 925/850 hPa), dan di Laut Banda (Lapisan 925/800 hPa). Peringatan ini berlak mulai 13-15 November 2017.

“Hal ini membuat masyarakat lebih waspada saat menghadapi peralihan musim seperti yang terjadi sekarang ini supaya bisa bersiap-siap atas segala kemungkinan yang ada,” tandas Agus.

Di Kabupaten Malang, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tanah longsor di Dusun Krajan, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (15/11/2017) kemarin. Sampai pukul 16.00 wib, kondisi longsoran sempat menutup akses Jalan Utama Malang-Jombang.

Material longsor berasal dari plensengan yang berada di tepi Jalan Raya Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. “Betul ada tanah longsor, materialnya sampai ke badan jalan. Akses jalur terpaksa tak bisa dilalui,” ujar Kasatlantas Polres Batu AKP Ari Galang Saputra, Rabu (15/11/2017), sore.

Derasnya air hujan menggerus plesengan hingga ambrol ke badan jalan. Seketika itu, akses jalan tertutup total. “Sudah mulai dilakukan pembersihan dengan dibantu alat berat,” terang Galang.

Pihaknya mengimbau kepada pengendara akan menuju Jombang atau Kediri melalui jalur Pujon, agar berbalik arah. Upaya sosialisasi kepada pengguna jalan akan digelar mulai memasuki pusat Kota Batu. “Tidak ada jalur alternatif lain, kami imbau untuk balik arah untuk yang akan menuju Jombang,” tegasnya.

Galang menambahkan, tidak ada korban dalam bencana tanah longsor ini. Warga bersama petugas gabungan tengah berupaya membersihkan badan jalan dari material longsor.

Di tempat terpisah, cuaca ekstrem yang mengancam wilayah di Jawa Timur langsung diantisipasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro. Pihaknya pun melayangkan surat kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto agar mengeluarkan status peringatan siaga banjir dan longsor. (selengkapnya baca halaman 13).

Peringatan ini diharapkan juga menjadi atensi bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain, untuk turut serta dalam penanggulangan maupun pelaksanaan penanganan bencana. “Saat terjadi hujan deras biasanya bencana yang sering terjadi yakni banjir bandang, tanah longsor maupun angin puting beliung,” terang ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, Rabu (15/11/2017). * sir, dtk