Emil Dardak jadi ‘Rebutan’ Poros Tengah dan Khofifah

 

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak mulai jadi ‘rebutan’ Poros Tengah dan Khofifah.

SURABAYA (global-news.co.id)-Performance Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dalam percaturan politik jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur, menjadi sorotan partai politik di Jatim. Selain disebut-sebut bakal menjadi calon pendamping Khofifah Indar Parawansa sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jatim, nama Emil juga kini dilirik partai yang menyuarakan dirinya sebagai poros tengah.

Sekretaris DPW Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad mengatakan, pihaknya secara khusus telah melamar Emil untuk menjadi calon gubernur (Cagub) Jatim. Di samping itu, Sadad berkenyakinan, Emil mampu menandingi kemampuan Saifullah Yusuf dan Khofifah.

Menurutnya, Emil merupakan sosok yang cerdas dan seorang figur milenial. “Kita sudah bertemu dan membahas serius soal Pilkada Jatim,” kata Sadad, Senin (6/11/2017).

Suami artis Arumi Bachsin itu, dinilai Sadad, memiliki kepentingan mengangkat generasi muda yang mempunyai kemampuan persuasi yang bagus, retorika yang bagus, serta background kepemimpinan politik yang bagus untuk ikut menjadi Bacagub Jatim. “Saya optimistis Emil bisa leading mengingat potensi milenial di Pilkada Jatim yang tercatat cukup banyak,” tambah Sadad.

Apalagi jika merujuk hasil riset IT Research Politic Consultant (IPOL) Indonesia, dari 38,85 juta jiwa penduduk Jatim ada sekitar 17,1 juta kelompok usia produktif yang masuk kategori pemilih rasional.  Dari jumlah itu, terdapat 37,68 persen atau 14.506.800 merupakan pemilih milenial. Sebutan milenial merujuk pada warga yang lahir pada 1981-1994. Pemilih ini sangat akrab dengan perangkat media informasi.

Di tempat terpisah, dukungan terhadap Emil sebagai calon pendamping Khofifah pun mulai bertebaran di Surabaya dan sejumlah daerah lainnya di Jatim. Di Surabaya, spanduk terpantau di kawasan Jalan A. Yani. Spanduk bertuliskan “KOPDAR” Lintas Millenial Coming Soon #SantriNasionalis. Spanduk dengan desain ‘zaman now’ ini dipasang menghadap selatan, seolah ingin menarik perhatian pengguna jalan.

Kemunculan spanduk tersebut sangat disesalkan Emil. Ia mengaku terkejut mendengar adanya spanduk tersebut dan meminta agar mencopotnya. Orang nomor satu di Trenggalek ini mengaku, sampai saat ini tidak ada komunikasi yang serius terkait pinangan menjadi pendamping Khofifah dalam ajang Pilgub Jatim 2018.

Emil meyakini selain tanpa seizin dirinya, spanduk yang menggunakan foto Emil Dardak bersama Khofifah tersebut juga tanpa seizin Khofifah. “Saya menghimbau dengan hormat kepada beliau-beliau yang memasang spanduk tersebut, mohon berkenan diturunkan,” ujar Emil.

Saat disinggung kalau baliho yang terpasang tersebut bisa saja mewakili aspirasi masyarakat, Emil berkata, “saat-saat seperti ini, antara aspirasi masyarakat dan manuver politik sangat rawan tercampur aduk persepsinya di masyarakat. Sekali lagi dengan segala hormat sebaiknya tidak perlu dilanjutkan spanduk-spanduk maupun baliho tersebut,” ujarnya.

Saat ditanya apakah akan bersedia jika dipinang menjadi wakil Khofifah di ajang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil lagi-lagi mengelak sembari menegaskan tidak ada komunikasi yang serius sampai saat ini. “Hingga saat ini tidak ada komunikasi yang serius untuk hal ini (mendampingi khofifah),” terangnya. * sir, kcm, dtk