Tim Mobil Kimia ITS Rebut Juara I di Ajang Chem-E-Car Competition 2017

Tim Spectronic ITS menjad jawara dalam kompetisi kelas dunia Chem E Car (AIChe) di Minnesota, Amerika Serikat, Senin (30/10/2017).

 

 

MINNESOTA (global-news.co.id)-Tim mahasiswa ITS kembali mengangkat derajat Indonesia di mata dunia. Di ajang American Institute of Chemical Engineers (AIChE) Chem-E-Car Competition 2017 di  Minneapolis, Amerika Serikat, Senin (30/10/2017) WIB, Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi satu-satunya perwakilan dari Asia Tenggara (ASEAN) yang menjadi jawara lomba kendaraan berbahan bakar bahan kimia.

Dengan gelar tersebut, Tim Spektronics ITS juga berhasil melumpuhkan tim juara bertahan dari Universitas of California–Irvine, AS dan juga Korea Advance Institute of Sains Technology (KAIST), Korea Selatan. Ini juga kali pertamanya keikutsertaan Tim Spektronics ITS di AS dan baru kali pertama tim dari ASEAN meraih juara 1.

Tim Spektronics ITS berhasil menyisihkan 42 kompetitor dari sejumlah universitas top di Amerika Serikat dan beberapa universitas dari luar Amerika seperti KAIST Saudi Arabia, Qatar, Tianjin China, Canada, Yunani, NTU Taiwan, Korea Selatan, Hongkong, India, Kolombia.
Sedangkan dari Amerika Serikat sendiri, universitas yang ikut juga cukup membuat nyali ciut, sebut saja: Arizona, Colorado, Cornell, Iowa, Georgia, Oklahoma, Oregon, California, Cincinnati, Kentucky, Lousiana, Maryland, Michigan, Nebraska, Pittsburgh, Tenesse, Virginia, Washington State University.

Spektronics Aerio Superior (AS), prototipe mobil berukuran mini ramah lingkungan yang berhasil mengalahkan 42 tim peserta lainnya yang berasal dari berbagai negara seperti Amerika, China, Puerto Rico, Yunani, Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Mobil ini diramu dengan reaksi kimia H2O2 dengan Ferum (III) Khlorida (FeCl3) sebagai katalis.

Rifky Putra Herminanto, koordinator tim Spektronics AS, menjelaskan bahwa pada kompetisi utama (Race Competition) setiap tim diberikan dua kali kesempatan run menempuh jarak 23,5 cm dengan tingkat error (berhenti sebelum garis finish) terkecil. Tak hanya itu, mobil juga diwajibkan untuk membawa beban air sebesar 157 mililiter yang diberitahu sejam sebelum kompetisi. “Dalam hal ini, mobil yang memiliki tingkat error terkecil atau yang berhasil meraih jarak paling dekat dengan target yang akan menjadi juara,” jelas Rifky yang dihubungi lewat pesan online, Senin (30/10) pagi.

Lebih lanjut Rifky menceritakan, pada kesempatan pertama run, tim Spektronics berada di urutan ke-6 dengan error hingga 73 cm. Namun pada kesempatan kedua, setelah berdiskusi dan menganalisa reaksi yang terjadi, mobil Spektronics ITS berhasil melesat menyalip dan menjadi juara pertama dengan error hanya dua sentimeter dari target sehingga bisa menyabet juara satu. “Perolehan tingkat error ini cukup kompetitif dengan juara dua dari University of California – Irvine yang memiliki tingkat error sembilan sentimeter,” jelas mahasiswa angkatan 2015 ini.

Rifky juga mengungkapkan ada tiga kendala yang timnya hadapi selama lomba. Kendala tersebut ialah perbedaan suhu yang sangat ekstrem antara Amerika dan Indonesia, tidak adanya kesempatan untuk test-run sehingga tidak bisa kalibrasi data, dan bahan kimia yang berbeda tingkatan yang ada di Indonesia. Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi Rifky dan tim karena mereka sudah memersiapkan penghangat air yang dibawa dari Indonesia untuk menghangatkan reaktor. “Meskipun tidak ada test-run, kami tidak merasa ragu karena kami sudah berangkat dengan persiapan yang matang dari Indonesia dan semua kemungkinan sudah disimulasikan terlebih dahulu,” tutur mahasiswa Departemen Teknik Kimia tersebut.

Perolehan jawara pertama ini merupakan perolehan prestasi paling besar dalam sejarah tujuh tahun Spektronics ITS berkiprah. “Ini merupakan prestasi terbesar Spektronics ITS sejauh ini, dan kemenangan ini tentu kami persembahkan untuk Indonesia dan ITS tercinta,” ujar Putu Adhi Rama Wijaya, Ketua Tim Spektronics ITS.

Di babak akhir, Tim ITS berhasil mengalahkan tim University of California, dan University of North Alabama. Kedua universitas tersebut secara berturut-turut menempat posisi kedua dan ketiga.

Juara kedua University of California – Irvine (AS) dengan tingkat error sembilan sentimeter, dan juara tiga University of North Alabama (AS) dengan tingkat error 14 sentimeter, diikuti juara empat Rose-Hulman Institute of Technology  dengan tingkat error 15 sentimeter, dan juara lima tim Cooper Union dengan tingkat error 18 sentimeter.

Selain itu,tim ITS  juga menerima penghargaan Best Video Competition di ajang American Institute of Chemical Engineers (AIChE) Chem-E-Car Competition 2017 di  Minneapolis, Amerika Serikat itu. Video berdurasi pendek ini adalah hasil karya mahasiswa ITS yang tergabung dalam ITS-TV.

“Hikmahnya bagi kita semua atas prestasi ini adalah diakuinya Indonesia sebagai negara ke 4 (setelah China Hongkong, Korea dan Saudi Arabia) yang dapat menyelenggarakan Kompetisi Chem-E-Car yang diakui oleh IAChE dan tentu saja diakuinya Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia sebagai Student Chapter IAChE.,” ujar Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana. ”Alhamdulillah semua berkat karuniaNya,” lanjut  Joni.

Ketua IKA ITS Jatim Wahid Wahyudi  mengaku sangat bangga sebagai salah satu alumni ITS . “Tentu ini kebanggaan yang luar biasa buat  saya yang  alumni ITS bahwa mahasiswa ITS mempunyai inovasi teknologi kelas dunia,” ujar Wahid. Wahyudi . (faz)