Padukan Suasana Alami Hutan Pinus Dengan Konsep Cinta

Suasana Bumi Perkemahan Desa Nglurup Kecamatan Sendang, Tulungagung, yang berkonsep cinta. Tampak sejumlah wisatawan menikmati sejuknya udara hutan pinus.

 

 

WANA WISATA BUMI PERKEMAHAN DESA NGLURUP TULUNGAGUNG

Ingin menikmati sejuknya udara hutan pinus, air terjun kaki gunung wilis, atau menikmati outbond bernuansa cinta. Pilihannya hanya satu, yakni di Bumi Perkemahan Desa Nglurup Kecamatan Sendang, Tulungagung. Tidak percaya coba saja datang ke sana?

 

Oleh: Mohammad Natsir

 

PERJALANAN ke wana wisata baru yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jurang Senggani memang tak semulus yang dibayangkan. Selain jalanan yang masih bergelombang dan sebagian aspal yang rusak, dipadu dengan jalan tanjakan dan turunan cukup memacu adrenalin ketika menuju Wana Wisata Jurang Senggani.

Namun semua itu terobati ketika tiba di bumi perkemahan wana wisata Jurang Senggani yang baru dikelola awal tahun 2017 ini. Suasana tenang dan udara sejuk dipadu pemandangan hutan pinus yang asri membuat suasana penat langsung hilang seketika.

Apalagi wana wisata berkonsep cinta ini banyak menyuguhkan berbagai macam fasilitas wisata. Seperti, flying fox, rumah pohon, dan sejumlah fasilitas yang sangat cocok digunakan untuk foto selfi maupun prewedding, karena di bumi perkemahan sengaja menggunakan konsep cinta.

Menariknya, di lahan seluas 9 hektare tersebut jalanannya juga memiliki makna cinta. Seperti, Jalan Tembak Cinta, Jalan Kasmaran, dan sejumlah jalan lain bertemakan cinta.

Suasana yang penuh cinta ini membuat kawasan Bumi Perkemahan Jurang Senggani, sangat cocok sebagai tempat rekreasi keluarga, tempat perkemahan pelajar, maupun melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari. “Konsep cinta idenya dari teman-teman Pokdarwis. Sebagian juga berasal dari usulan pengunjung,” terang Ketua Pokdarwis Jurang Senggani, Sukaji kepada global news, saat berkunjung bersama tim media Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Surga tersembunyi di Kabupaten Tulungagung ini juga menyuguhkan air terjun yang cukup eksotis yang lokasinya tidak jauh dari Bumi Perkemahan. “Dari sini (Bumi Perkemahan) ke arah selatan sekitar tiga kilometer ada tiga air terjun. Yakni, air terjung jurang senggani, air terjun batu prongos, dan air terjung empat bidadari,” terang Sukaji.

Wahana ini cukup eksotis. Sebab, ketinggian air terjun tergolong cukup tinggi, yakni mencapai 200 meter dan 150 meter. “Kalau jalan kaki dari bumi perkemahan ini mungkin hanya 30 menit,” kata Sukaji.

Keasrian dan sejuknya udara di lokasi wana wisata tersebut, kata Sukaji, menarik sejumlah wisatawan asing dari berbagai Negara. Seperti Taiwan dan juga Amerika. “Mereka ngomong pakai bahasa Inggris, kita ngomongnya pakai bahasa isyarat. Wong kita nggak bisa bahasa Inggris. Ya bagaimana lagi, SDM kita memang masih kurang,” aku Sukaji.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Bumi Perkemahan yang menyimpan berbagai wisata alam ini tidak perlu bingung. Karena transportasi menuju ke wana wisata ini sangatlah mudah. Dari Terminal Tulungagung bisa langsung naik ojek, atau naik angkutan umum turun Pasar Sendang, dari situ naik ojek menuju Bumi Perkemahan. “Tiketnya murah kok. Kita hanya menarik Rp 5.000 untuk sepeda motor,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Nglurup Tulungagung, Mutmainah menambahkan, pihaknya saat ini terus berupaya melakukan penambahan fasilitas dan infrastruktur di objek wisata. Salah satunya pengaspalan jalan. “Selain kita meminta bantuan dari Pemda, Pemprov dan pemerintah pusat, kita juga menggunakan sebagian dana desa untuk perbaikan jalan untuk mendukung wisata ini,” kata Mutmainah.

Ia juga menegaskan, hasil dari tiket masuk wana wisata Bumi Perkemahan ini dikembalikan untuk perbaikan dan penambahan fasilitas wisata. “Sejauh ini desa, Perhutani, maupun Pemkab tidak meminta sepeserpun dari hasil retribusi tiket masuk. Karena hasil penjualan tiket dikembalikan ke wana wisata,” pungkasnya. *