Mobil Listrik Dosen dan Mahasiswa PENS, Riset Makan Waktu 13 Tahun, Dibanderol Rp 80 Jutaan

GN/Istimewa
MUNGIL: Mobil listrik Smart Vi saat diperlihatkan pada public, Selasa (3/10/2017).

SURABAYA (global-news.co.id)-Lima dosen dan 20 mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil memproduksi mobil listrik setelah melakukan riset selama kurang lebih 13 tahun.

Adalah Smart Vi, mobil listrik karya mahasiswa dan dosen program studi (Prodi) Teknik Elektro Industri PENS diriset sejak tahun 2004 dan telah mengalami perkembangan hingga generasi ke 6, bentuknya mungil mengadopsi konsep city car dengan kapasitas kursi untuk 4 orang.

Dr. Ir. Era Purwanto, M. Eng, salah satu dosen yang ikut bersama-sama memproduksi mobil listrik ini, mengatakan riset mobil dikerjakan bersama dengan 5 rekan dosen dan 20 orang mahasiswa bimbingannya ini memiliki beberapa keistimewaan.

Menurut Era Purwanto, selain menggunakan 1 motor induksi 3 phasa untuk menggerakkan mobil (pengganti motor DC yang kebanyakan dipakai saat ini, red.), kontrol mobil ini juga dapat diprogram dengan beberapa variabel algoritma. Misalnya, FOC ( Field Orientasi Control), DTC ( Direct Torque Control), Space Vector Control dan masih banyak lagi.

Menanggapi krisis energi dan polusi, Smart Vi dapat dijadikan satu solusi. Menggunakan bahan bakar yang dapat disimpan di dalam beberapa baterai, Smart Vi mampu melaju dan menjadi alternatif sarana transportasi perkotaan yang lebih ramah lingkungan.

“Saat ini untuk charging, masih proses pengembangan ke auto charging, bisa seperti power supply swichting dengan frekwensi tinggi. Bahkan, bisa juga disetting masing-masing. Tergantung sumber input charging. Jadi ketika posisi charging, bisa menggunakan listrik PLN bisa juga solar panel,” papar Era dalam rilis yang diterima Global News, Rabu (4/10/2017) .

Selain itu pengembangan ke depan, mobil ini akan diberi 4 motor induksi 3 phasa di tiap-tiap rodanya sehingga mirip mobil 4 gardan. Sehingga mirip dengan power steering pada mobil-mobil di pasaran.

Di pasaran, mobil listrik harganya sangat melambung. Hal ini karena teknologi yang diusung serta kebanyakan mobil listrik di impor di Indonesia. “Secara kualitas, Smart Vi tidak kalah dengan mobil-mobil sejenisnya. Dan bila diproduksi masal, pasti harganya jauh lebih murah, berada di kisaran Rp 80-90 jutaan per unitnya. Dan karena buatan anak bangsa sendiri, maka kita harus bangga,” lanjut Era.

PENS siap mendukung wacana pemerintah dalam mewujudkan Green Energy Transportation. Karena secara umum mobil ini sudah dapat dikatakan layak untuk diproduksi massal.

Untuk body dan chasis PENS sudah bekerja sama dengan PT Green. Sementara penggerak dan kontrol ECU nya dalam pengembangan PENS.

“Kami pun mengembangkan ECU (Electronic Control Unit) mobil listrik 3 phasa sendiri. Dan, semua tinggal menunggu ijin dari pemerintah,” katanya.(faz)