Kunjungi Pabrik Alkes, Menkes Puji Produksi Indonesia

 

GN/Istimewa
Menkes Nila Moeloek saat melihat pabrik pembuatan alkes di Sidoarjo didampingi Wabup Sidoarjo Achmad Nur.

SIDOARJO (global-news.co.id)-Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek menyatakan alat kesehatan yang diproduksi dalam negeri mampu bersaing dan tak kalah dengan alat kesehatan buatan negara lain seperti Eropa dan Amerika.

“Alat-alat kesehatan yang kita punya dan buatan sendiri ini telah diakui oleh ASEAN. Karena produk kita sudah sesuai standar yang bisa dijual ke ASEAN,” kata Nila usai memberikan sambutan kepada peserta “Head of Delegation ASEAN” di Surabaya, Rabu (4/10/2017).

Guna memastikan produksi alat-alat kesehatan buatan Indonesia bisa bersaing dengan negara lain, pihaknya berusaha mengoptimalisasi kerja sama lintas negara di ASEAN. Jalinan kerja sama itu, kata dia, terkait perdagangan bebas produk kesehatan diharapkan dapat meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap harga obat dan alat kesehatan.

Dia menambahkan, kerja sama ini juga untuk menyinergikan kualitas pembangunan kesehatan pada beberapa prioritas. Salah satunya yakni penguatan sistem kesehatan dan akses pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu pembangunan kesehatan masyarakat ASEAN yang nyata perlu terus didorong. Apalagi, ASEAN telah menyepakati tujuan bersama menuju “ASEAN Community Vision” pada tahun 2025.

“Minimal kita tahu bahwa negara ASEAN sendiri jumlah penduduknya cukup besar. Apalagi, kalau secara regional bisa melakukan marketing secara global. Nah, maka dibuatkan dengan standar yang sama,” kata dia.

Nila memastikan bahwa Indonesia sudah membuat alat-alat kesehatan yang telah diakui dunia sebesar 46 persen. Seperti tempat tidur, ortopedi, tempat pemanas bayi, infus, dan berbagai macam lainnya.

“Kebutuhan rumah sakit paling besar dan terbanyak itu seperti tempat tidur dan jarum suntik. Ini distandarisasikan dengan membuat regulasinya. Menurut saya ini suatu peluang yang harus kita capai bersama,” ujarnya.

Alat kesehatan itu, lanjut Nila, merupakan barang strategis karena merupakan kebutuhan dasar dan sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk menghasilkan alat kesehatan produk dalam negeri dan menggunakannya dalam semua praktik layanan kesehatan.

“Alat kesehatan harus dijadikan peluang untuk meningkatkan jumlah dan kemampuan sarana produksi alat kesehatan yang memenuhi mutu keamanan ditengah persaingan MEA. Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Kesehatan, terus mendorong penggunaan produk dalam negeri melalui berbagai upaya,” tuturnya.(ant)