Kepung Jalan Pahlawan, Sopir Angkot Desak Gubernur Keluarkan Pergub Taksi Online

Para sopir angkot saat menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jatim, di Jalan Pahlawan, Surabaya, Selasa (3/10/2017).

SURABAYA (global-news.co.id)-Ribuan sopir angkutan kota (angkot) dari Surabaya dan Sidoarjo, menggelar aksi mengepung di Jalan Pahlawan, Surabaya. Keberadaan massa aksi yang menuntut agar pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim, menertibkan keberadaan taksi online pun membuat kawasan di kantor Gubernur Jatim lumpuh total.

Pantauan di lapangan terlihat ratusan angkot terparkir rapi berjajar, mulai dari perempatan Kramat Gantung Jl Pahlawan memanjang hingga ke Jl Stasiun Kota. Tidak hanya itu, angkot juga memenuhi jalanan di sekitar kantor Bank Indonesia.

Dalam aksi kali ini, massa mendesak Soekarwo Gubernur Jawa Timur segera menerapkan peraturan gubernur (Pergub) yang membatasi angkutan berbasis aplikasi. Saat pertemuan beberapa bulan lalu, Soekarwo telah menyepakati untuk menerbitkan Pergub, yang berisi pembatasan tentang jumlah angkutan berbasis aplikasi di Surabaya yang telah mencapai 30 ribu kendaraan.

Selain itu, Soekarwo juga telah menjanjikan bahwa angkutan berbasis aplikasi dilarang untuk beroperasi di tempat umum semisal bandara, terminal, stasiun, pelabuhan, rumah sakit, serta beberapa tempat umum lainnya.

Selain melakukan orasi secara bergantian, para sopir angkot juga membentangkan sejumlah spanduk bernada tuntutan terhadap Gubernur Jatim agar menertibkan taksi online.

Setelah menunggu cukup lama, para demonstran pun akhirnya ditemui Gubernur Jatim Soekarwo. Di hadapan ribuan sopir angkot, Pakde Karwo sapaan Soekarwo berjanji segera meneruskan tuntutan mereka ke Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kominfo.

“Aturan pengganti dari Kementerian Perhubungan disusun paling lambat 1 November. Saya akan berikan surat pengantar ke Jakarta atas apa yang ingin njenengan semua sampaikan,” kata Pakde Karwo didampingi Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal yang  menyempatkan diri berdialog singkat bersama para demonstran, Selasa (3/10/2017).

Menurutnya memang akan ada aturan baru. Dan aspirasi dari sopir angkot di Surabaya ini akan disampaikan sebagai masukan untuk aturan pengganti pasca pembatalan Permenhub No 26 Tahun 2017. “Kalau untuk kewenangan gubernur saya akan langsung putuskan. Tapi karena ini kewenangan pemerintah pusat, saya akan ikut ramai-ramai sampaikan ke usulkan ke pusat,” imbuh Pakde Karwo.

Pakde Karwo juga menyatakan, simpatinya atas usulan para sopir angkot. Oleh sebab itu pihaknya memberikan kesempatan pada para sopir angkot untuk merundingkan yang menjadi usulan dan aspirasi. “Sampean rundingkan dengan Pak Wahid (Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur), saya tunggu suratnya sore ini. Dan akan saya bawa ke Jakarta,” kata Pakde Karwo.

Tak berselang lama, mereka pun melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Wahid Wahyudi. Dalam pertemuan itu, Wahid membacakan beberapa petisi yang dibuat para sopir angkot, diantaranya mendesak Menteri Perhubungan dan Menkominfo segera menerbitkan aturan baru pengganti per-Menhub 26/2017 yang telah dibatalkan MA agar kondisi Jawa Timur tetap kondusif aman dan tertib.

Dalam petisi ini, para sopir juga mendesak Presiden agar memberi petunjuk dan arahan kepada Menhub dan Menjominfo agar meninjau ulang aplikasi yg mendorong persaingan yang tidak sehat Negara Indonesia adalah negara hukum, harus mematuhi hukum dan kegiatan apapun harus berdasarkan hukum. “Kami juga akan melakukan penertiban untuk memastikan seluruh angkutan berbasis aplikasi mengantongi izin Pemerintah,” kata dia.

Dari catatan yang ada hingga saat ini angkutan roda empat berbasis aplikasi hanya tercatat 38 unit angkutan dari data 3 ribu angkutan yang beroperasi. Sementara yang dalam proses pengajuan izin ada 2380 kendaraan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan menerapkan kuota angkutan berbasis aplikasi sebanyak 4445 se-Jawa Timur dan 3 ribu untuk Surabaya dan sekitarnya.

Usai pertemuan tersebut, para sopir angkot pun membubarkan diri dengan tertib. Lalu lintas di kawasan Jalan Pahlawan pun mulai dibuka kembali. * nas