Gunung Agung Masih Awas, Jatim Siapkan 850 Ribu Masker

Sejumlah warga mengenakan masker saat menuju ke tempat pengungsian.

SURABAYA (global-news.co.id)-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan aktivitas kegempaan Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali mulai mengalami penurunan sejak dua hari terakhir. Meski begitu, kualitas dan kuantitas gempa masing tergolong tinggi, sehingga Gunung Agung masih berstatus awas atau pada level empat.

“Memang ada penurunan jumlah gempa sejak dua hari lalu sesuai hasil pencatatan di posko pemantauan,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunungapi Agung di Desa Rendang, Karangasem, Senin (2/10/2017).

Dengan status awas, masyarakat di sekitar Gunung Agung diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di zona bahaya, yaitu area di dalam radius sembilan kilometer dari kawah Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah utara, timur laut, tenggara selatan.

Saat ini, sebagian besar pengungsi ditampung di Gedung Olahraga (GOR), tenda pengungsian darurat, balai masyarakat, balai banjar dan tempat pengungsian mandiri lain yang tersebar di beberapa wilayah.

Mendapati kondisi Gunung Agung dan pengungsian warga, Pemerintah Provinsi Jatim, menyiapkan 850 ribu masker untuk pengungsi dalam mengantisipasi dampak Gunung Agung di Bali, jika suatu saat meletus. “Jatim siap membantu semampunya, termasuk menyiapkan 850 ribu masker,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, di Surabaya, Senin (2/10/2017).

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, juga meminta masyarakat di sekitar perbatasan dengan Bali, yakni Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya tetap tenang serta menyiapkan diri mengantisipasi apapun yang terjadi. Selain itu, kata dia, tempat pengungsian juga telah siap jika sewaktu-waktu memang ada limpahan pengungsi, yaitu di wilayah Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso hingga Lumajang.

Sementara itu, persiapan masker juga dilakukan di Jatim yang terdistribusi mulai dari Banyuwangi hingga ke Pasuruan, termasuk sampai ke Malang. “Kewaspadaan ancaman debu Gunung Agung dilakukan hingga ke Pasuruan karena menurut catatan sejarah ketika Gunung Agung meletus pada 1963 dampak abu letusan sampai ke wilayah Madura,” ucapnya.

Catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sejak 27 September 2017, arah angin selalu berembus ke Barat sehingga letusan Gunung Agung kemungkinan akan berdampak hingga ke Jatim. Kemudian, lanjut dia, untuk jalur transportasi, Dinas Perhubungan Provinsi Jatim juga telah siap menambah jadwal kereta api dan bus ke Banyuwangi jika memang disiapkan.

Tak itu saja, Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan relawan dari 165 organisasi yang siap mendukung kegiatan kemanusiaan jika Gunung Agung meletus, termasuk Basarnas yang berkantor di Surabaya juga telah siap sewaktu-waktu dibutuhkan. Begitu juga Palang Merah Indonesia (PMI) yang telah diajak berkoordinasi dan menyatakan kesiapsiagaannya, terutama PMI Banyuwangi hingga ke Probolinggo. *  nas, rpl, trt