Atasi Bencana, Wabup Ajak Kerja Keras dan Berdoa

GN/Istimewa
Khalil Asyari berbicara dalam sosialisasi Desa Tangguh Bencana.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari menegaskan bencana alam terjadi sebagian besar merupakan  akibat kesalahan manusia. Karena itu manusia harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan bumi, alam dan lingkungannya.

Hal itu dikemukakan  Khalil saat memberi sambutan pada Sosialisasi Pembentukan Desa/ Kelurahan Tangguh Bencana yang digelar  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, di Ruang Pertemuan Hotel Komuning Pamekasan, Senin (16/10/17) kemarin.

“Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran bahwa banyak kerusakan di di daratan dan di lautan akibat perbuatan tangan tangan manusia. Karena itu kita sebagai manusia memiliki tangung jawab untuk melestarikan dan mengamankan alam sekitar kita,” katanya.

Salah satu bentuk tangung jawab manusia untuk mengamankan lingkungan dari hantaman bencana, maka manusia harus berusaha untuk menghindari kemungkinan terjadinya  bencana. Manusia harus berusaha dan punya ilmu dan keterampilan teknis dalam menghadapi dan menangani bencana yang datang.

“Karena itu saya sangat mengapresiasi atas kegiatan sosialisasi pembentukan desa atau kelurahan tangguh bencana ini. Dengan kegiatan ini seluruh elemen masyarakat di desa dan kelurahan  akan bisa sadar untuk mendeteksi kemungkinan adanya bencana dan tata cara menanggulanginya,” katanya.

Selain berusaha memiliki ilmu tehnik untuk menangani bencana, lanjut Khalil, masyarakat juga harus banyak memanjatkan doa kepada Allah SWT agar terhindar dari bencana. Semua bencana yang terjadi di bumi, kata Khalil, ditetapkan oleh Allah SWT. Dan yang bisa menolaknya hanya kekuatan doa manusia yang diistijabkan oleh Allah SWT.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus mengungkapkan pembentukan desa dan kelurahan  tangguh bencana tahun ini sebanyak 3 desa yakni Kelurahan Jungacangcang, Parteker dan Desa Laden Kecamatan kota Pamekasan.

“Tahun ini kita bentuk tiga desa/ kelurahan tangguh bencana itu. Tahun kemarin sebanyak 2 desa yakni Kelurahan Gladakanyar dan Kelurahan Patemon.  Jadi total hingga tahun 2017 ini ada lima desa dan kelurahan yang sudah terbentuk desa dan kelurahan tanguh bencana tersebut,” katanya.

Dalam rancangan pembangunan jangka pendek Pamekasan akan membentuk Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana hingga tahun 2018 mendatang sebanyak 10 desa dan kelurahan. Sehingga dengan demikian, maka pada tahun 2018 nanti harus ada lima desa dan kelurahan lagi yang harus terbentuk desa tangguh bencana.

“Pembentukan Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana ini merupakan program unggulan kita. Sebenarnya di Pamekasan masih banyak desa dan kelurahan yang rawan bencana. Namun hingga tahun 2018 nanti targetnya baru 10 desa. Karena itu sisanya semoga nanti akan dituntaskan mulai tahun 2019 mendatang,” pungkasnya. (mas/*)