Tahun Baru Islam 1439 H, Khalil Asyari Ajak Introspeksi

GN/Masdawi Dahlan
Pelaksana Tugas Bupati Pamekasan H. Khalil Asy’ari memberikan sambutan dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Drs Khalil Asyari mengajak kaum muslimin untuk mengambil hikmah dalam tiap kali memperingati  Tahun Baru Islam. Yaitu dengan melakukan introspeksi diri untuk memperbaiki dan melakukan tindakan yang lebih baik pada tahun yang akan datang.

Ajakan itu disampaikan Khalil Asyari pada saat memberi sambutan pada acara Pamekasan Bersholawat, yang dilakukan Pemkab Pamekasan dalam rangkaian kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah di Monumen Arek Lancor, Rabu (20/9/2017) tadi malam. Acara ini dihadiri anggota Forpimda, para pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan dan ribuan kaum muslimin dari berbagai kecamatan.

“Peringatan tahun baru ini bukan hanya untuk kegiatan seremonial saja, namun harus ada hikmah dan pelajaran yang harus diperoleh.  Karena itu kita harus introspeksi diri melakukan perbaikan tindakan dan perilaku kita. Sehingga keadaan kita akan baik baik dan bisa di kemudian hari husnul khatimah,” katanya.

Menghadapi perubahan dan perkembangan zaman dengan segala dinamikanya, kata Khalil Asyari, akan banyak ujian dan godaan bagi kaum muslimin. Ujian itu berupa ujian keimanan dan ujian aspek kehidupan lainnya, baik dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan kehidupan rumah tangga.

Dalam kehidupan bernegara, lanjutnya, Tahun Baru Islam ini bagi umat Islam utamanya yang ada dalam pemerintahan harus menjaga nilai etika Islam dalam melaksanakan tugas. Sehingga Islam yang dianutnya akan menjadi nilai tambah yang bisa memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. Islam menjadi Rahmat bagi kehidupan bernegara.

Bagi kehidupan bermasyarakat, tambahnya, kaum muslimin harus perbaiki perilaku sosialnya, sehingga nilai nilai Islam juga ikut membantu memperbaiki kehidupan bermasyarakat.  Jika itu dilakukan dengan baik, maka kehidupan kemasyarakatan akan menjadi baik pula, dan bisa menjadi jalan menuju kehidupan bernegara yang baik.

“Yang paling pokok dalam kehidupan berumah tangga keislaman harus benar benar ditanamkan sejak dini. Karena rumah tangga adalah cikal bakal kehidupan kemasyarakatan yang berlanjut jadi cikal bakal kehidupan bernegara. Rumah tangga harus bersifat Islami, orangtua harus memperhatikan masalah ini,” tandasnya.

Ujian yang akan dihadapi kaum muslimin dan bangsa secara umum makin kompleks, baik bidang aqidah, bidang kebudayaan, ekonomi dan lain-lainnya.  Dalam kesempatan itu Khalil Asyari menyerahkan bantuan kepada 250 anak yatim dari berbagai yayasan yatim piatu di Pamekasan dan juga bantuan pada 120 anggota pasukan kuning. (mas/*)