Lulus Uji Kompetensi, Wartawan Wajib Patuh Pakta Integritas   

GN/Istimewa
Suasana uji kompetensi wartawan yang diselenggarakan PWI Jawa Timur selama dua hari 28-29 September 2017.

SURABAYA (global-news.co.id)-Uji kompetensi wartawan angkatan ke-21kerjasama antara PWI Jawa Timur dan Bank Mayapada, Jumat (29/9/2017), di Gedung PWI Jatim, Jl Taman Apsari, Surabaya, secara resmi ditutup.

Ketua PWI Jatim H. Akhmad Munir, dalam penutupan tersebut mengingatkan kembali kepada mereka yang lulus uji kompetensi agar benar-benar menjaga komitmen, bertanggung jawab dan menjaga marwah sertifikasi yang telah disandangnya.

Caranya, dengan selalu memegang teguh tiga hal penting yang ada di Pakta Integritas yang telah ditandatangani di atas materai sebelum ikut UKW. “Pakta integritas bermaterai tersebut sudah mulai kita berlakukan sejak pelaksanaan UKW angkatan ke-17. Sementara untuk angkatan 11 sampai 16, saat mengambil kartu UKW dan sertifikat, mereka juga harus meneken pakta integritas tersebut,” jelasnya.

Tiga komitmen yang ada di pakta integritas adalah, pertama menjadi anggota PWI dan senantiasa menjaga nama baik organisasi. Kedua, sanggup menjalankan tugas-tugas jurnalistik dengan memegang teguh dan patuh kepada Kode Etik Jurnalistik.

“Di sinilah wartawan kompeten yang berintegritas harus bebas dari persoalan dan terhindar dari sengketa pers,” tegasnya. Ketiga, bersedia tidak ikut organisasi profesi kewartawanan sejenis selain PWI. Jika di kemudian hari terbukti salah satu dari poin pakta integritas tersebut dilanggar, maka wartawan yang telah dinyatakan kompeten setelah lulus ikut UKW, harus mengembalikan kartu PWI dan kartu UKW beserta sertifikatnya ke PWI Jatim.

“Itu sebagai tanda, bahwa dia sudah tidak lagi menjadi anggota PWI dan pemegang kartu UKW,” tandas pria yang juga Kepala LKBN Antara Biro Jatim ini.

Munir mengatakan, pakta integritas yang diterapkan oleh PWI Jatim ini mendapat apresiasi luar biasa dari PWI Pusat.  Bahkan nantinya akan dijadikan sebagai role model nasional.

Sekadar diketahui, dalam UKW berlangsung selama dua hari, 28-29 September 2017, dari 54 orang peserta, setelah dilakukan uji kompetensi selama dua hari oleh tim penguji, sebanyak 49 orang wartawan dinyatakan kompeten. Sementara lima dinyatakan tidak kompeten. Dari lima yang tidak kompeten tersebut, satu berasal dari kelas madya dan empat dari kelas muda.

“Khusus kelas muda, satu mengundurkan diri karena ibunya sakit. Sedang tiga lainnya tidak kompeten,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi Pendidikan PWI Pusat Hendro Basuki mengakui perbedaan UKW yang diselenggarakan PWI Jatim. Menurut Hendro, jumlah peserta UKW PWI Jatim paling banyak dibandingkan provinsi lain di Indonesia. “Terima kasih untuk PWI Jatim. PWI yang paling keren se-Indonesia,” tukas Hendro.

Menurutnya, dengan seringnya PWI Jatim menggelar UKW, bahkan saat ini sudah sampai angkatan ke-21, wartawan yang kompeten di Jatim jumlahnya semakin banyak dan terus bertambah. Terhadap wartawan yang sudah kompeten, Hendro minta benar-benar menjaga profesionalitas dan etika, serta senantiasa terus belajar.  “Kalau wartawan tidak profesional, kalah dengan tukang batu dan bidan,” katanya.

Selain itu, mereka yang tidak profesional dan tak punya etika, tidak layak bernaung di organisasi profesi PWI. “Makanya keberadaan pakta integritas sangat penting,” tandas Hendro. (sir/faz)