Keteguhan Risma

Sejumlah pengamat memberikan prediksinya bahwasanya, tidak menutup kemungkinan Saefullah Yusuf (Gus Ipul) akan berpasangan dengan Tri Rismaharini, Wali kota Surabaya. Bahkan ada yang memprediksi Risma akan maju sebagai calon gubernur Jatim 2018. Semuanya itu sirna, ketika Wali Kota terbaik dunia tersebut dengan tegas menolaknya.

Rabu (13/9/2017) sore kemarin, di hadapan para Pemimpin Redaksi (Pimred) di Surabaya, Risma mengatakan, dirinya menolak untuk dicalonkan di Pilgub Jatim 2108. Bahkan, Wali Kota wanita pertama di Surabaya itu, bersumpah bahwa dirinya benar-benar tak akan maju di Pilgub Jatim. “Saya sudah mengatakan pada Ibu Megawati, saya tak mau dicalonkan menjadi Gubernur Jatim. Sumpah saya katakana pada Ibyu Mega hal itu,” kata Risma

Megawati pun meminta pandangan Risma tentang nama yang akan dicalonkan. Dalam pertemuan dengan pemimpin media di rumah dinasnya, Risma membocorkan pertemuannya dengan Megawati. “Sebelum teman-teman ribut, tak disiki (dahului) bertemu ibu. Saya sampaikan saya nggak mau jadi gubernur Jawa Timur. Boleh ditanya,” kata Risma.

Megawati lantas menanyakan ke Risma tentang calon gubernur. “Terus sopo mbak (terus siapa mbak)?” tanya Megawati seperti ditirukan Risma. “Saya yakin ibu feelingnya kuat,” kata Risma menyampaikan jawabannya kepada Megawati.

Dengan kenyataan ini, sudah selesai seluruh teka-teki apakah Bu Risma akan mengambil formulir pendaftaran calon gubernur-calon wakil gubernur Jawa Timur. Sudah dipastikan Bu Risma tidak akan menempuh jalan itu. Risma sendiri memang masuk dalam penjaringan PDIP. Dan partai sudah sempat mengomunikasikan hal tersebut kepada Risma melalui surat. Tepatnya surat DPD PDI Perjuangan Nomor119/EKS/DPD/VI/2017 tanggal 12 Juni 2017 yang ditandatangani oleh Ketua DPD Kusnadi dan Sekretaris DPD Sri Untari Bisowarno.

Surat itu ditujukan kepada Tri Rismaharini yang pada pokoknya berisi bahwa nama Bu Risma masuk dalam penjaringan yang dilakukan oleh DPD PDI Perjuangan Jatim. Surat tersebut juga memberitahukan jadwal pengambilan formulir di DPD PDI Perjuangan Jatim sesuai yang telah dimuat di media massa. Surat tersebut telah disampaikan, dan Bu Risma tetap bersikukuh untuk tidak mengambil formulir pendaftaran calon gubernur-calon wakil gubernur di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Inilah Risma. Inilah Wali Kota yang mempunyai keteguhan hati untuk menyelesaikan tugasnya di Surabaya seperti saat dirinya dilantik menjadi Wali Kota Surabaya. Risma hanya ingin menyelesaikan tugasnya sampai akhir jabatannya seperti yang diucapkan dalam sumpah pelantikan. Ya Risma yang selalu berfikir bagaimana rakyatnya sejahtera dan merata.(*)