Kemenristekdikti Puji Penguasaan Teknologi Mahasiswa Indonesia

GN/Istimewa
Dr. Ir. Jumain Appe, Msi, Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, bersama Direktur PENS Zainal Arief saat mencoba salah satu karya mahasiswa.

SURABAYA (global-news.co.id) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) memuji penguasaan teknologi mahasiswa di Indonesia yang dinilai mampu saingi China.

Dr. Ir. Jumain Appe, Msi, Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, mengungkapkan saat ini tinggal bagaimana produk para mahasiswa bisa dipasarkan. “Tinggal bagaimana produk yang mereka (mahasiswa, red.) ciptakan ini bisa dipasarkan,” kata Jumain usai melihat pameran karya mahasiswa PENS, Rabu (30/8/2017).

Mengenai pendidikan politeknik di Indonesia, Jumain juga menilai tidak kalah kualitasnya dengan politeknik di luar. Menurutnya, adanya teaching factory yang sudah dikembangkan di beberapa perguruan tinggi membantu meningkatkan kualitas SDM.

“Mahasiswa politeknik harus memiliki potensi yang baik, siap bekerja atau menciptakan lapangan pekerjaan sehingga kemampuan SDM yang dimiliki ini bisa bersaing di luar,” kata Jumain.

Menyampaikan materi bertema “Peran Politeknik dalam Implementasi Sistem Inovasi Nasional dan Daerah Guna Meningkatkan Daya Saing Bangsa”, Jumain pun berpesan agar ke depannya harus dicarikan solusi kerjasama dengan industri dan pasar.

“Semoga ke depan kami bisa membantu pembiayaan riset dan teknologi. Agar bisa melakukan produksi lebih lanjut dan trial production atau uji coba di pasar. Misalnya alat kontrol pada pasien di rumah sakit. Kita bisa memproduksinya lalu menyiapkan testimoni pasien dan pemakai. Jika sudah baik, bisa coba diperbanyak dalam skala besar untuk dipergunakan di rumah sakit, terutama rumah sakit pendidikan kita,imbuh Jumain.

Di akhir pidatonya, Jumain berpesan pada mahasiswa untuk senantiasa melakukan riset dan mengembangkan produknya. “Karena teknologi ini tidak akan pernah mati,” katanya.

Dr. Zainal Arief, Direktur PENS, juga mengemukakan hal yang sama. “PENS pun melakukan beberapa perubahan kurikulum menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Sehingga lulusan kami diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar, di luar berwirausaha,“ terangnya.

Sebanyak 859 mahasiswa baru PENS tahun ajaran 2017/ 2018 dikukuhkan di Lapangan Merah Kampus PENS, Rabu 30 Agustus lalu.

Sebelumnya, PENS juga dinilai sebagai politeknik terbaik di antara politeknik yang ada. Berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan Kemenristekdikti, PENS mengungguli beberapa politeknik di Indonesia seperti Politeknik Negeri Sriwijaya dan Politeknik Negeri Semarang.

Konsekuensi dari pemeringkatan ini, PENS diminta merevitalisasi pendidikan vokasinya termasuk upaya penguatan program Pascasarjana Terapan yang sudah dimulai sejak 2012.

Menurut Zainal, beberapa dosen telah dipersiapkan agar mereka segera menjadi profesor. Dan bila PENS sudah memiliki profesor, akan persiapkan program Doktor Terapan. “Ini akan jadi program doktor Politeknik pertama di tanah air”, alumni doktor dari Nara Institute of Science and Technology Jepang ini. (hum/isa)