Ingin Menang di Pilgub Jatim, Harus Kuasai Medsos 

Novi Susan Yusuf – Pengamat Politik Ubara Surabaya

SURABAYA (global-news.co.id)-Beragam cara untuk bisa memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Jawa Timur. Selain harus sering-sering turun ke bawah menyapa warga, calon gubernur maupun calon wakil gubernur (Cagub-Cawagub) Jatim harus menguasai media sosial (Medsos). Dunia informasi ini diyakini sebagai cara jitu untuk merebut suara pemilih pemula, maupun masyarakat yang kini mulai keranjingan dengan Medsos.

Apalagi jumlah pemilih pemula di Jatim diprediksi mencapai 60 persen, atau sekitar 18 juta dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018 yang ditaksir mencapai 30,9 juta.

“Pemilih pemula di Jatim mencapai 40 sampai 60 persen, mereka lebih suka dengan pendekatan yang sesuai karakter mereka atau pendekatan kekinian, misalnya saja dengan menggunakan media sosial,” ujar Novi Susan Yusuf pengamat politik Universitas Bhayangkara (Ubara) Surabaya.

Lebih jauh Novi menjelaskan, bahwa angka pastisipasi politik dari kalangan pemilih pemula tergolong sangat tinggi. Artinya, dengan merebut suara mereka, maka peluang pasangan calon untuk memenangkan Pilgub Jatim mendatang akan sangat terbuka. “Kecendrungan pemilih pemula untuk memilih sangat tinggi kalau KPU dan calon bisa melakukan sosialisasi dengan benar,” bebernya.

Kendati jumlah pemilih pemula sangat besar, namun sebagaian besar dari mereka yang diidentifikasi berusia kisaran 17-30 tahun belum menentukan pilihannya (swing voter) dan diprediksi baru akan menentukan calon yang dipilih menjelang hari pemilihan. “Karena itu pergerakan mereka cukup dinamis. Bacagub harus pandai untuk sosialisasi dan menjaga citranya. Sebab mereka akan menentukan pilihannya beberapa hari jelang coblosan,” tambahnya.

Senada, komisioner KPU Jatim Arbayanto menambahkan bahwa kegiatan ini bagian dari upaya sosialisasi yang dilakukan penyelenggara Pilkada Jatim kepada pemilih pemula khususnya kalangan mahasiswa. Harapannya, dengan penyelenggaran Pilkada Jatim pada 27 Juni 2018 bisa berjalan dengan baik serta tingkat partisipasi pemilih juga meningkat. “Target kami, partisipasi pemilih bisa mencapai diatas 70 persen,” kata Arbayanto.

Sementara itu Bacagub Jatim, Kombes Pol Syafiin yang turut hadir sebagai pembicara berharap generasi muda di Jatim bisa memilih Cagub yang visioner dan mampu membawa kemajuan bagi Jatim. Pasalnya, tantangan ekonomi yang dihadapi provinsi terbesar kedua di Indonesia itu akan semakin berat pada periode mendatang karena pasar bebas ASEAN atau AFTA sudah bergulir.

“Adik-adik ini adalah pemilih yang jernih  bagaimana dalam pilkada Jatim  mendatang memilih calon pemimpin yang punya visioner,” katanya.

Gus Syaf sapaan akrab Syafiin menjelaskan bahwa untuk menjawab tantangan ekonomi tersebut, sebagai salah kandidat Cagub Jatim, pihaknya berjanji akan memaksimalkan program kerja dan memanfaatkan APBD dan APBN untuk kepentingan rakyat Jatim.

“Bagaimana nantinya agar APBD dan APBN sepenuhnya untuk rakyat itu salah satu yang kita jelaskan bagaimana implementasinya agar ditingkatkan kembali,” ungkapnya.

Cucu R Soerjo Gubernur Jatim pertama itu juga berharap generasi muda tidak salah memilih Cagub dalam Pilkada Jatim mendatang. Pasalnya, kemajuan Jatim akan ditentukan kecakapan dan program kerja Cagub yang visioner dan mampu menerjemahkan keinginan rakyat. “Saya tegaskan jangan sampai membeli kucing dalam karung,” kelakar pria murah senyum ini.

Sekadar diketahui, ada sejumlah Bacagub yang akan bertarung dalam Pilkada Jatim 2018 mendatang dan mulai mendaftar ke beberapa parpol di Jatim. Diantaranya, Saifullah Yusuf (Wagub Jatim), Khofifah Indar Parawansa (Mensos RI), La Nyalla Mattalitti (Ketua Kadin Jatim), Nurhidayati Assegaf (DPR RI), Kombes Pol Syaffin (mantan Kepala Biro Umum Sekretaris Militer Kepresidenan), dan Nurwiyatno (Kepala Inspektorat Jatim). * nas