FKUB Banjarmasin Kagumi Kerukunan Beragama di Pamekasan

Khalil Asyari (kiri) memberi cendramata pada Ketua FKUB Banjarmain (GN/Masdawi Dahlan)

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) Kota Banjarmasin, Senin (25/9/2017) melakukan studi banding ke FKUB Pamekasan. Mereka tertarik mengetahui lebih detil program kerja FKUB setempat dan suasana kerukunan antar umat beragama di Pamekasan.

Pengurus FKUB Banjarmasin yang berjumlah belasan orang itu dipimpin ketuanya Prof Dr Makruf Abdullah. Mereka diterima Wakil Bupati Pamekasan Drs Khalil Asyari bersama Ketua FKUB Pamekasan KH Muidz Khozin di Pendopo Budaya Pamekasan.

Selain diikuti para pengurus FKUB Banjarmasin, dalam pertemuan studi banding itu juga dihadiri oleh para pengurus FKUB Pamekasan lengkap. Para pengurus FKUB itu selain berasal dari pengurus ormas keagamaan yang ada di Pamekasan juga berasal dari perwakilan Majelis Ulama Indonesia Pamekasan.

Dalam sambutannya, Ketua FKUB Banjarmasin Prof Dr Makruf Abdullah mengungkapkan, ikhwal ketertarikan dirinya untuk melihat lebih jauh tentang kerukunan umat beragama di Pamekasan, setelah membaca berita di sebuah koran nasional, tentang suasana aman dan damai yang dialami kaum agama minoritas di Pamekasan.

“Satu tahun yang lalu saya baca berita itu. Ada saudara kita yang masuk minoritas di sini namun hidup dan peribadatannya tenang dan aman damai. Di tempat beribadah saudara kita itu dibanguan musala dan juga dibangun gereja bagi umat agama lain yang berkunjung dan melihat tempat ibadah mereka,” ungkapnya.

Makruf  Abdullah mengaku, kondisi itu menunjukkan  kerukunan umat beragama di Pamekasan sangat bagus. Sekalipun mayoritas muslim, namun agama lain diberi kehidupan yang aman dan tenang dan terlindungi. Kondisi itu, kata dia, yang membuat FKUB Banjarmasin ingin lebih jauh mengetahui program FKUB dan peran pemerintah secara umum.

Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari menegaskan umat Islam Pamekasan sangat menghargai keyakinan umat agama lain. Karena itu umat Islam Pamekasan tidak mengganggu keyakinan dan peribadatan beragama agama non Islam. Itu terjadi karena memang dalam ajaran Islam tidak  diperbolehkan menggangu agama lain.

“Kondisi itu juga terjadi karena peran FKUB Pamekasan yang sangat bagus dan berjalan dengan baik. Jika ada persoalan keagamaan FKUB langsung melakukan dialog termasuk melibatkan semua tokoh agama dari berbagai agama dan pemerintah daerah menjadi penengah dan fasililtor utamanya. Sehingga selama ini Alhamdulillah tak ada masalah dalam kerukunan umat beragama,” katanya.

Setelah melakukan pertemuan dan dialog di Pendopo Budaya Pamekasan, rombongan FKUB Banjarmasin itu juga melakukan kunjungan dan melihat dari dekat sejumlah tempat peribadatan di Pamekasan,  di antaranya mengunjungi tempat beribadah umat Budha di vihara yang ada di Desa Polagan Kecamatan Galis, Pamekasan. (mas/*)