Banyak Jalan Rusak, Sidoarjo Perkuat Kualitas Infrastruktur

H Saiful Illah – Bupati Sidoarjo

SIDOARJO (global-news.co.id)-Banyaknya jalan rusak di sejumlah daerah di Sidoarjo, akhirnya mendapat perhatian serius Bupati Sidoarjo, H Saiful Illah. Dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2017, Pemkab Sidoarjo telah mengalokasikan dana untuk peningkatan kualitas infrastruktur.

Tidak hanya jalan rusak yang dilakukan proses tambal sulam, beberapa ruas jalan di kawasan Sidoarjo paling ujung Selatan bakal dibeton. “Kami berharap PAK bisa segera cair, sehingga bisa langsung dilakukan proses lelang, sehingga peningkatan ruas jalan bisa segera dilakukan,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Sidoarjo, Sigit Setyawan, SElasa (12/9/2017).

Menurut Sigit, peningkatan beberapa ruas jalan dengan metode cor atau jalan beton, dinilai lebih tahan lama dibanding dengan menggunakan aspal pada umumnya. Bahkan saat ini, lanjut Sigit, penggunaan jalan beton mulai banyak digunakan jalan tol. Hasilnya juga bisa digunakan belasan tahun meski dilintasi kendaraan tonase berat.

“Setidaknya ada empat ruas jalan yang akan kami lakukan betonisasi. Empat jalan ini padat oleh kendaraan tonase besar,” imbuh Sigit.

Keempat ruas jalan itu antara lain, Kepadangan-Krembung (2 km), Bulang-Prambon (1 km), Porong-Kludan (800 meter), dan Kebonagung (1 km). “Nanti ruas jalan di empat kawasan itu akan seperti Jalan Kemangsen yang sudah menggunakan beton. Kami berharap betonisasi ini bisa terealisasi tahun ini, dan tidak perlu menunggu APBD 2018,” terangnya.

Di tempat terpisah, Bupati Sidoarjo H Saiful Illah mengatana, pihaknya berharap sisa anggaran tahun ini hingga 2018 mendatang ada peningkatan kualitas jalan-jalan di Sidoarjo. “Semua jalan rusak harus dibenahi,” kata Saiful.

Bupati dua periode ini menuturkan, peningkatan jalan ini dilakukan untuk mengurai kemacetan yang sudah semakin parah. Karenanya, ia berupaya proyek frontage road (FR) bisa terselesaikan pada 2018 mendatang.

Menurutnya, keberadaan FR bisa mengurangi kemacetan 25 persen ketika jam sibuk. “Infrastruktur jalan ini krusial karena berkaitan dengan perekonomian. Harus bisa selesai, perbaikan maupun FR,” katanya.

Saiful meminta ketika melakukan perbaikan jalan harus dilakukan dengan benar agar tak cepat rusak. Terutama di jalan-jalan yang sering dilalui kendaraan besar. “Jangan tiap tahun diperbaiki, namun tahun berikutnya rusak lagi,” ujarnya.

Ia berharap kebutuhan anggaran tersebut bisa tercover dalam APBD 2018. Mengingat APBD 2018 mulai ada peningkatan anggaran dibanding tahun 2017 ini. Dari catatan Saiful, ada kenaikan sebesar 4,2 persen dari APBD sebelumnya dengan nilai Rp 4,1 triliun lebih dari sebelumnya Rp 3,8 triliun. “Dengan kenaikan anggaran ini, kami berharap ada peningkatan kualitas infrastruktur di Sidoarjo,” pungkasnya. * nas, suc