Wabup Minta Pabrik Gula Segera Dibangun di Pamekasan

 

GN/Istimewa
Wabup Khail Asyari saat panen tebu di Groom, Pamekasan, Rabu (23/8/2017).

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari, Rabu (23/8/17) melakukan panen perdana tebu di kebun tebu Desa Groom Kecamatan Proppo Pamekasan. Tebu yang dipanen di atas lahan sekitar lima hektare itu merupakan hasil demo plot tebu rakyat kerjasama antara Pemkab Pamekasan dan PTPN X-CSIRO (Australia) dan  P3GI Pasuruan.

Dalam panen perdana itu dihadiri Muhammad Faisal, Pimpinan PTPN X Wilayah Madura, Kabakorwil IV Pamekasan, Perwakilan Kodim 08256 Pamekasan, Polres Pamekasan, Pimpinan DPRD dan pimpinan CSIRO Australia Mr Roph, Plt Sekdakab Moh Alwi, Camat Proppo Sutowijoyo dan Kepala Desa Groom.

Khalil mengatakan kerjasama antara Pemkab Pamekasan dengan PTPN X, P3G Pasuruan dan lembaga terkait lainnya dalam pengembangan tebu di Pamekasan ini, sebagai langkah terobosan untuk mencarikan alternatif komoditas tanaman yang bisa menambah penghasilan bagi masyarakat terutama setelah tembakau dan garam tidak lagi bisa diandalkan.

“Kita selalu mencari terobosan. Dan di antara terobosan itu adalah pengembangan budidaya tanaman tebu di lahan kering di Pamekasan ini. Ternyata dari hasil analisa dari berbagai aspeknya tebu bisa dikembangkan di Pamekasan. Dan hasilnya seperti kita ketahui panen saat ini sangat bagus,“ katanya.

Dia berharap agar PTPN X dan perusahaan lainnya terus membantu Pamekasan agar pengembangan budidaya tebu di Pamekasan terus berlanjut. Sehingga membawa manfaat yang besar untuk kepentingan kesejahteraan petani. Dia juga berjanji akan membantu penyediaan lahan yang dibutuhkan yang secara tehnik dibutuhkan untuk pengembangan tebu secara kontinu di Pamekasan.

“Lebih dari itu kami memohon agar rencana pendirian pabrik gula di Madura untuk segera direalisasikan terutama di Pamekasan. Ini penting karena masyarakat akan tertarik untuk pengembangan jika ada bukti contoh yang nyata. Karena itu bukan hanya pengembangan tebunya, namun pabrik gulanya harus juga dibangun di Pamekasan,” katnuya.

Sementara itu, Mohamad Faisal, Pimpinan PTPN X untuk Pengambangan wilayah Madura, menegaskan dari hasil penelitian yang dilakukan, Pamekasan sudah memenuhi syarat dari berbagai aspeknya untuk dibangunkan pabrik gula. Ini perlu diketahui agar masyarakat bisa paham tentang prospek pengembangan tebu di Madura.

“Tebu tanam satu kali bisa memanen tiap tahun selama enam tahun. Sudah banyak petani di Madura yang mengembangkan tebu dan hasilnya memuaskan. Kami dari PTPN X siap membantu memfasilitasi pengembangan itu. Temasuk bantuan yang datang dari CSIRO Autralia, itu datang membantu kita,” katanya.

Saat ini di Pamekasan jumlah lahan yang telah dikembangkan tanaman tebunya mencapai 140 hektar tersebar di sejumlah kecamatan antara lain kecamatan Proppo, Palengaan dan Kecamatan Pamekasan.

Ada tiga manfaat besar yang selama ini didapat dari pengembangan tebu, yakni sukses penanganan lahan kurang produktif, buka lapangan kerja dan keuntungan yang cukup memuaskan. (mas/*)