Wabup Bangga Banyak Sekolah Jadi Nominator Adiwiyata Nasional 

 

GN/Masdawi Dahlan
Wabup menyerahkan hadiah pada sekolah peraih Adiwiyata

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Wabup Pamekasan Khalil Asyari secara khusus memberikan pujian terhadap SMPN 1 Larangan yang berhasil menjadi Sekolah Adhiwiyata Mandiri, dan SMPN 1 Pademawu sebagai Sekolah Adhiwiyata Nasional. Juga pada SDN Kowel 3, SMPN 2 Larangan, MTs Negeri Parteker, dan SMAN 4 Pamekasan yang sukses menjadi Sekolah Adhiwiyata Provinsi dan mempersiapkan diri bersaing di tingkat nasional.

Pujian itu disampaikan pada saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pendapa Ronggosukowati, Selasa (7/8/2017). Acara yang dihadiri anggota Forpimda, kepala OPD serta tamu undangan itu berlangsung meriah. Banyak hadiah serta aneka seni hiburan ditampilkan dalam acara digelar Dinas Lingkungan Hidup Pamekasan.

Khalil Asyari mengatakan pelestarian lingkungan adalah tugas penting dan berat di masa yang akan datang. Ini terkait dengan perubahan kondisi iklim global. Di antara elemen masyarakat yang sangat penting untuk dipersiapkan memiliki bekal dan pengetahuan yang cukup tentang lingkungan adalah generasi muda atau para siswa. Karena itu di sekolah para siswa harus ditanamkan cinta lingkungan.

“Dengan diberi bekal keterampilan dan praktik langsung  membina memelihara lingkungan di sekolah, maka anak pada masa tuanya nanti akan peduli sendiri pada persoalan lingkungan ketika mereka terjun ke masyarakat. Karena itu saya bangga sekali ketika banyak sekolah di Pamekasan ini yang telah masuk dan menerima penghargaan sekolah Adiwiyata,” katanya.

Khalil Asy’ari mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga kelesatrian lingkungan. Caranya, menanam pohon, melindungi tumbuhan dan satwa liar yang ada. Termasuk menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan baik, dan menghentikan perilaku merusak lingkungan. Dia menegaskan, menjaga lingkungan sangat penting demi masa depan anak cucu di masa yang akan datang.

Sementara itu Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar sebagai implementasi Undang-Undang (UU) 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Perda 2/2013 tentang Pengelolaan Sampah serta Gerakan Masyarakat Cinta Lingkunagn (Gema Tali) yang dicanangkan sejak 20 April 2015.

Dalam kesempatan itu, pemkab juga menyerahkan berbagai medali, baik untuk pemenang Sekolah Adiwiyata, Sekolah Berseri, dan Rintisan Sekolah Berseri. Termasuk juga diserahkan hadiah Lomba Kelurahan dan Desa Berseri, baik untuk kategori pratama, madya, mandiri, dan kategori desa berseri tingkat pratama.

“Tujuan kegiatan ini antara lain, memprovokasi masyarakat agar memiliki perhatian dan kepedulian terhadap masalah lingkungan,” jelas Jabir. (mas/*)