Setor Rp 100 Juta, 6 Warga Jombang Jadi Korban First Travel

Suparlan (60) bersama istri, warga Desa Gudo, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, memperlihatkan koper dari First Travel.

JOMBANG (global-news.co.id)– Korban penipuan First Travel tidak hanya menimpa warga Jakarta dan sejumlah daerah di luar jawa. Kasus penipuan agen umrah murah ini juga menimpa warga Jombang, Jawa Timur.

Tercatat ada enam warga Jombang yang sudah cukup lama mendaftar First Travel namun tak kunjung diberangkatkan. Ada juga korban yang dijanjikan untuk berangkat namun hingga kini tak juga umrah. Padahal mereka sebelumnya sudah menggelar selamatan, namun mendadak dibatalkan oleh First Travel pada April dengan berbagai alasan.

Hal ini menimpa Suparlan (60) warga Desa Gudo, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Dirinya bersama istri dan empat anaknya mengaku telah melunasi biaya umrah kepada First Travel sebesar Rp100.800.000 pada Desember 2015. Setelah menunggu selama satu tahun lebih, mereka dijanjikan akan diberangkatkan umrah pada 19 April 2017.

Kemudian mereka pada 14 April 2017 menggelar selamatan dengan mengundang seluruh warga Desa Gudo ke rumah. Namun, saat hendak berangkat pada 19 April, First Travel tiba-tiba memberitahukan keberangkatan mereka ditunda sampai Oktober 2017.

Mengetahui bos First Travel telah ditangkap, mereka berharap uang yang sudah disetorkan segera dikembalikan. “Kami sudah bayar untuk enam orang, biaya perorang Rp14.300.000 ditambah lagi Rp2,5 juta,” kata Suparlan.

Suparlan juga berharap bos First Travel dihukum berat agar tidak ada lagi biro-biro perjalanan nakal menipu masyarakat yang ingin beribadah ke tanah suci.

Kapolsek Gudo AKP Yogas memastikan bahwa pasutri tersebut menjadi korban penipuan. Hal itu setelah pihaknya melakukan pendataan. Dari situ korban menunjukkan sejumlah barang bukti dari First Travel. Semisal nota pembayaran, kopor bertuliskan first travel, tas tenteng, serta beberapa barang lainnya.

“Dari pendataan di lapangan, kami menindaklanjuti dengan melapor ke Polres dan diteruskan ke Polda Jatim. Kami terus melakukan penelusuran. Karena korban First Travel di Kecamatan Gudo dipastikan bertambah,” kata Yogas.

Yogas melanjutkan, selain pasutri tersebut, dua anaknya serta dua saudara Suparlan juga menjadi korban. “Jadi ada enam korban yang menjadi korban First Travel di Kecamatan Gudo,” pungkas mantan Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang ini. * bas