PT LEGI Operasikan PLTMG Penuhi Kebutuhan Pelabuhan

Managemen PT LEGI berfoto didepan mesin PLTMG yang telah berhasil beroperasi.

SURABAYA (global-news.co.id)–PT Lamong Energi Indonesia anak perusahaan pertama PT Terminal Teluk Lamong (TTL), melakukan pengoperasian mesin Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan kapasitas sebesar 6,6 MW (Megawatt) dengan dua mesin masing-masing berkapasitas 3,3 MW.

Perusahaan pertama yang melakukan penyediaan listrik di area pelabuhan di Indonesia, PT LEGI memenuhi kebutuhan energi, utilitas serta pelaksanaan bisnis non inti.

PT Terminal Teluk Lamong sebagai anak perusahaan Pelindo III berkonsep ramah lingkungan, berkomitmen untuk menjaga konsistensi kebersihan lingkungan melalui pengurangan emisi gas buang. Hal tersebut dibuktikan melalui penggunaan alat semi – otomatis berbahan bakar listrik dan gas. Oleh karenanya, PT LEGI dibangun untuk memberikan kontribusi keramahan lingkungan pada fasilitas, dan peralatan operasional TTL melalui penyediaan energi listrik dan gas.

Bekerjasama dengan PT Widar, anak perusahaan dari PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN), PT LEGI melakukan pengoperasian mesin PLTMG perdana secara bertahap. Edward Danner, Direktur PT LEGI mengungkapkan bahwa penyalaan mesin PT LEGI digunakan sesuai dengan kebutuhan listrik TTL. “Proses tes operasional PLTMG dilakukan pada masing – masing engine secara bertahap dan disesuaikan dengan kapasitas dan beban maksimum yang dimiliki TTL terhadap kapasitas engine,” ujarnya.

Saat ini semua peralatan bongkar muat dan fasilitas TTL telah menggunakan pelayanan dari PT LEGI. Pada pengisian bahan bakar dan minyak, PT LEGI bekerjasama dengan  PT Pertamina (Persero) group. Sedangkan pemenuhan kebutuhan listrik di TTL, PT LEGI menggandeng PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pada penyediaan gas pada PLTMG, PT LEGI  bekerjasama dengan PT PGN Group. “Ini adalah wujud Sinergi BUMN untuk negeri“ tambah pria yang kerap dipanggil Edo tersebut.

Kontribusi PT LEGI akan terus dilanjutkan seiring dengan perkembangan bisnis kepelabuhanan di TTL. Pembangunan TTL kini memasuki tahap ke II, dimana konsentrasi bisnis tidak hanya pada pelayanan jasa peti kemas namun pelayanan curah kering dan bisnis non inti lainnya. PT LEGI akan bergerak pada bisnis non inti TTL, seperti penyediaan air, listrik, bahan bakar, broadband, dan lainnya sehingga perusahaan ini akan terus besar dan berkembang.

“PT LEGI support pada penyediaan listrik, energi, dan utilitas beserta turunan bisnisnya. Kami yakin, ke depan akan semakin besar,” ungkap Edward.

Tes awal operasional PLTMG tersebut merupakan hal pertama yang dilakukan di dalam pelabuhan di Indonesia. PT LEGI akan terus mengembangkan metode – metode baru sehingga PLTMG akan dapat dioperasikan sesuai harapan. “Ini adalah hal baru di Indonesia dimana PLTMG digunakan di pelabuhan sehingga kami akan terus belajar agar engine berjalan sesuai harapan,” tuturnya.

Kontribusi positif terus dilakukan Pelindo III bagi bangsa melalui inovasi dan sinergi yang dilakukan oleh anak perusahaan. Pengembangan terus dilakukan demi memberikan hal terbaik dalam melayani pengguna jasa dengan mempercepat proses pelayanan melalui fasilitas canggih dan ramah lingkungan. Kemajuan bangsa berawal dari sinergi yang baik antar perusahaan demi komitmen untuk terus maju bersama. * ari