Ponpes Denanyar Juara Liga Santri Nusantara Regional Jatim II

Para pemain dari Ponpes Denanyar merayakan kemenangannya sebagai juara I LSN Regional Jatim II, di Gresik, kemarin.

GRESIK (global-news.co.id)-Persatuan Sepak bola (PS) Pondok Pesantren (PP) Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, meraih juara pertama dalam lomba liga santri Nusantara Regional Jatim II. Tim sepak bola PP Denanyar berhasil mengalahkan ponpes di Gresik selaku tuan rumah, dan mengalahkan tim sepak bola dari pondok pesantren (PP) Al Muhajirin Mojokerto.

Kemenangan PS PP Denanyar didapat pada babak final di Stadion Semen Indonesia, mengalahkan PP Al-Muhajirin Mojokerto dengan skor 3-1. Dengan demikian PP Al Muhajirin Mojokerto menempati posisi juara dua dan posisi juara III dimenangkana PP Bumi Sholawat asal Sidoarjo.

Pada babak final, PS Ponpes Denanyar sangat menguasai lapangan sehingga pada menit ke 15 berhasil memasukkan bola ke gawang PS PP Al Muhajirin. Sampai akhirnya pada babak pertama menyarangkan 2 bola ke gawang lawan.

Perlawanan PS Ponpes Al Muhajirin baru kelihatan pada babak kedua dengan masukkan gol ke gawang PS Ponpes Denanyar. Sehingga skor menjadi 3-1 sampai pertandingan usai.

Wakil Bupati Gresik Muhammad Qosim saat menutup sepak bola liga Santri Nusantara Regional Jatim II mengatakan, turnamen ini tujuannya untuk lebih memasyarakatkan olahraga sepak bola kepada kaum santri. Ia berharap, melalui kompetisi ini muncul bibit-bibit pemain sepakbola dari Pondok Pesantren.

Dia menambahkan Liga Santri Nusantara ini agenda resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dengan menggandeng Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU). “Juara dari ajang pertandingan di Gresik ini akan akan mengikuti turnamen antar Regional se-Jawa Timur di Lirboyo, Kediri. Dari juara LSN Jawa Timur akan mewakili LSN Tingkat Nasional di Bandung,” kata Qosim dengan didampingi Ketua Kadin Cabang Gresik Lailatul Qodri dan Ketua PSSI Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Pelatih Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Hendriawan Hadi Santoso mengaku, sangat puas atas capaian yang diperoleh anak asuhnya usai menaklukkan Ponpes Al-Muhajirin, Mojokerto dengan skor 3-1 dalam partai final Liga Santri Nusantara (LSN) Regional Jawa Timur II di Stadion Semen Indonesia, Gresik. “Meski jadwal pertandingan cukup padat, namun para pemain bisa berjuang hingga dapat memenangkan laga,” kata Hendriawan, yang juga eks pemain Mastran Bandung Raya itu usai pertandingan, Kamis (24/8/2017).

Dibantu asisten pelatih M. Syaifuddin, eks kiper Persebaya Surabaya, Hendriawan sejak awal kompetisi sudah menargetkan juara. Apalagi di Ponpes Denanyar sudah ada akademi sepakbola untuk memberi ruang para santri yang mengasah skill. “Alhamdulillah sesuai target, dari 24 tim peserta LSN kami dapat meraih juara I,” jelasnya.

Ke depan, Ia berharap anak asuhnya yang masih remaja dapat bermain dalam kompetisi yang lebih tinggi lagi. “Syukur dari para santri nanti bisa menyumbang pemain timnas Indonesia,” harap Hendriawan.

Kemenangan tersebut membuat Ponpes Denanyar berhak memperoleh trofi dan uang pembinaan sebesar Rp7,5 juta. Juara II Ponpes Al-Muhajirin meraih trofi dan uang pembinaan sebesar Rp5 juta dan juara III Ponpes Bumi Shalawat meraih trofi dan uang pembinaan sebesar Rp3 juta. Untuk Pemain terbaik diraih Misdahul (Ponpes Al-Muhajirin) dan Top score diraih Andhika (Ponpes Denanyar), masing-masing pemain meraih uang pembinaan sebesar Rp750 ribu.

Hadiah langsung diserahkan oleh Wakil Bupati Gresik, M. Qosim, Perwakilan Kodim 0817 Gresik, PSSI Gresik, Koni Gresik, Pengurus RMI NU Gresik kepada para pemenang.

Imam Junaidi, Sekjen Rabtihah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Gresik menjelaskan, juara I berhak mewakili Regional Jatim II ke tingkat LSN Nasional. Selain itu, juara I, II dan III akan akan diikutkan Santri Soccer-Jatim di Ponpes Liboryo, Kediri. “Kami ucapkan selamat pada para pemenang. Semoga bisa kembali berprestasi di tingkat Nasional,” ungkap Juned.

Ia berharap, selain sebagai ajang silaturahmi antar santri dari berbagai Ponpes di Jatim, LSN juga dapat meningkatkan kualitas santri di bidang sepakbola. “Semakin sering ikut kompetisi tentu skill para santri dalam sepakbola hebat,” pungkasnya.

Ketua Panitia Penyelenggara, H Miftach selaku Ketua Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Gresik dan ketua Aspirasi Para Gus (Asparagus), melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono mengatakan, 24 Kesebelasan dari 11 Kabupaten Kota se Regional Jawa Timur ikuti event ini.

Mereka berasal dari Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro. * suc, gsn, nas