Pertama Kali, Mandiri Media Training 2017 Digelar di Alam Bebas

GN/Erfandi Putra
Rohan Nafas SVP Corporate Sevretaty Bank Mandiri berbicara di depan wartawan peserta Mandiri Media Training di Pantai Nipah, Senggigi, Lombok, Jumat (25/8/2017).

LOMBOK  (global-news.co.id)-Untuk Mandiri Media Tràining 2017 pertamakalinya  Mandiri Media Training 2017 bukan digelar di hotel tapi di  alam bebas, tepatnya di Pantai Nipah, Senggigi, Lombok. Setidaknya 80 wartawan dari seluruh propinsi di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut, Jumat (25/8/2017).

Rohan Nafas SVP Corporate Sevretaty Bank Mandiri mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan selain sebagai ajang silaturràhim, juga utk memberikan pembekalan perbankan bagi para peserta.

Rohan mengatakan, aset Bank Mandiri saat ini mencapai kisaran Rp 1.060 triliun dengan karyawan 75 ribu orang.

Sementara Tardi salah seorang BOD Mandiri mengatakan, pertumbuhan kredit 2017 sekitar 5,2 persen. Ini sudah barang tentu mempengaruhi keuntungan. Ke depan Bank Mandiri kebih banyak masuk ke segmen konsumer, karena di sektor ini cukup potensial.

Dia mengatakan pertumbuhan hotel dan penjualan tiket cukup besar. Sementara penjualan motor dan mobil tidàk sebagus tahun-tahun sebelumnya.

“Motor sekarang pasarnya ke cc besar. Ini perilaku konsumen. Ini pola konsumen yang berubah” katanya.

Sekarang Bank Mandiri lebih mengandalkan untuk penjualan semua produk di cabang-cabang. Sampai semester II kredit diharapkan tumbuh 13%.

“Bank Mandiri lebih masuk ke konsumer banking dan ritel banking. Di sini pertumbuhannya cukup menggembirakan,” katanya.

Menurut dia, ekonomi di bawah harus digerakkan. Ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang saat ini mengalami penurunan.

Non Permorming Loan

Non Permorming Loan (NPL) komersial Mandiri, katanya sekitar 2 digit. Sektor komersial cukup bagus.

Di sektor properti, katanya akan terus mengoptimalkan peran kantor cabang-cabang yang ada. Cabang sekarang bisa mengoptimalkan ke penyaluran kredit otomotif.

Soal kartu kredit, katanya, Bank Mandiŕi mulai 2016 sudah memacu kartu kredit. Hingga kini ada 18 ribu nasabah. Dari jumlah itu sekitar 3 juta pemegang kartu kredit. Dulu marchant pemegangnya di belanja, tetapi sekarang ke travel lebih banyak. Erfandi Putra