Makkah Hujan, Ribuan Jamaah Haji Bersyukur dan Tetap Tawaf

Jamaah haji tetap menjalankan tawaf meski masjidil haram diguyur hujan lebat.

MAKKAH (global-news.co.id)-Cuaca panas Kota Mekkah yang selama ini mencapai 48 derajat celsius, Senin (21/8/2017) petang Waktu Arab Saudi (WAS), menjadi sejuk. Ini setelah sore harinya, sekitar pukul 16.20 WAS, kota suci Makkah dilanda hujan lebat, hingga menyebabkan genangan air di jalan dan berbagai sudut kota.

Tidak hanya itu, hujan pertama di musim haji di Kota Hara mini juga diwarnai dengan turunnya butiran es. Meski demikian, tidak menyurutkan niat ribuan umat muslim melaksanakan tawaf di Masjidil Haram.

Ketua TPHI Jogja, Ahmad Fauzi saat sedang melaksanakan melaksanakan tawaf sunnah di kakbah menceritakan, bahwa hujan turun setelah langit yang semula terik tiba-tiba mendung dan turun hujan. “Tak hanya hujan, kami juga mendapatkan butiran es yang turun dari langit,” kata Fauzi.

Memang hujan yang turun disertai butiran es kali ini cukup membuat para jamaah yang sedang menunaikan tawaf senang. Pasalnya, hujan cukup mendinginkan kondisi udara yang sangat panas di bumi saudi arabia. Sebelumnya, hujan juga turun beberapa kali di kota Madinah.

Derasnya hujan yang turun di kota Makkah, antara lain tampak dari tayangan televisi yang menunjukkan cucuran air yang cukup deras turun dari talang emas kakbah. Meski demikian, calon jamaah haji yang menunaikan tawaf, baik sunnah maupun umroh wajib tetap bergeming melanjutkan ibadahnya mengelilingi kakbah tujuh kali. Tampak beberapa jamaah membawa payung guna melindungi diri dari derasnya hujan.

“Alhamdulillah, hujan barakah turun. Rahmat Allah turun dari langit. Cuaca yang beberapa hari ini sangat panas berganti dengan kesejukan,” kata KH Khairuddin Tahmid Ketua MUI Provinsi Lampung saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.

Ia menambahkan, fenomena hujan memang jarang terjadi di Kota Makkah. Ia sangat bersyukur pada saat musim haji tahun ini bahwa hujan diturunkan oleh Allah SWT sehingga cuaca panas berganti sejuk. “Mudah-mudahan ini akan semakin menambah kesemangatan para jamaah dalam menjalankan ibadah baik wajib maupun sunah selama haji ini,” jelas ulama yang juga merupakan Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung ini.

Terkait kondisi Jamaah Haji, Kiai Khairuddin yang juga Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) ini menyampaikan, bahwa kondisi para jamaah haji Indonesia saat ini sudah banyak yang berada di Kota Makkah.

“Sekitar 80 persen jamaah haji sudah berada di Makkah, tinggal 20 persen lagi yang masih dalam persiapan datang ke Makkah dari berbagai negara,” katanya.

Saat ini, ribuan umat muslim sudah berkumpul di Makkah untuk persiapan musim haji yang akan dimulai pada 8 dzulhijjah atau bertepatan pada tanggal 30 Agustus mendatang. Untuk menunggu saat ini tiba, jamaah haji dari Indonesia memanfaatkan waktu dengan melakukan tawaf atau ibadah lain di Masjidil Haram yang nilainya setara dengan 100 ribu kali beribadah di masjid lain. Sebelumnya, mereka wajib melaksanakan ibadah umroh berupa tawaf, sai dan ditutup dengan tahalul.

Ia menambahkan bahwa sebagian jamaah lagi masih berada di Kota Madinah mengamalkan arbain. Diperkiraan pada tanggal 25 Agustus 2017, semua jamaah haji seluruh dunia sudah berada di MAkkah dan bersiap untuk wukuf di Arafah.

“Kami minta doanya semoga seluruh jamaah haji dapat melaksanakan ibadah selama haji dengan sehat dan lancar khususnya puncak ibadah saat wukuf di Arafah,” harapnya. * jn, nuo, nas