Lahan Pertanian di Sidoarjo Terus Menyusut

SIDOARJO (global-news.co.id)-Lahan pertanian di Sidoarjo dari tahun ke tahun terus menyusut. Arus urbanisasi di Sidoarjo yang menjadi daerah penyanggah Kota Surabaya, menjadi faktor utama alih fungsi lahan dari pertanian menjadi lahan hunian.

Kondisi ini diakui Kepala Dinas Pertanian Sidoarjo, Handajani. Menurutnya, lahan pertanian Sidoarjo masih sangat luas, yaitu sekitar 22.000 hektar. “Kalaupun ternyata kekurangan hasil pertanian, Sidoarjo tidak akan kekurangan karena gudang-gudang logistik pertanian utama ada di sini. Dengan demikian, hasil pertanian dari semua daerah di Jatim masuk ke Sidoarjo,” kata Handajani, Jumat (25/8/2017).

Dijelaskan, pihaknya tidak bisa serta-merta membeli lahan pertanian yang akan dijual warga. Selain permasalahan anggaran, pengadaan lahan pertanian itu masih belum perlu karena pihaknya masih punya cadangan sekitar 14.000 hektar lahan yang belum dimanfaatkan.

“Total lahan yang bisa dijadikan lahan pertanian sekitar 36.000 hektar. Yang sekarang aktif digarap sekitar 22.000 hektar, di mana sekitar 12.000 hektar khusus untuk padi,” paparnya.

Handajani menerangkan untuk menyiasati berkurangnya lahan tersebut, pihaknya melakukan intensifikasi pertanian. Lahan yang tersedia dimaksimalkan produksinya dengan cara pemberian bantuan berupa bibit, pupuk, serta alat pertanian.

“Kami upayakan agar tetap bisa panen setahun tiga kali. Kami pun bekerjasama dengan Kodim 0816 Sidoarjo untuk memaksimalkan masa tanam tersebut,” ucapnya. * suc