KUR Bank Mandiri, Terbesar di Jawa Timur

 


Penyaluran KUR dan CSR kepada nelayan dalam rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di TPI Brondong, Lamongan, beberapa waktu lalu.

LOMBOK (global-news.co.id)-Di samping produk Mikro, Bank Mandiri juga terlibat aktif dalam penyaluran program nasional Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah berlangsung sejak tahun 2007. Dalam kurun waktu tersebut hingga Juni 2017, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebanyak Rp 40,8 triliun kepada 874.821 debitur di seluruh Indonesia. Secara regional, penyaluran KUR terbesar dilakukan di Jatim.

Hal itu dikatakan Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, Minggu (27/8/2017), hari terakhir pelaksanaan “Mandiri Media Training 2017” yang di pusatkan di Lombok. “ Sedangkan jika menghitung penyaluran KUR pada Januari – Juni 2017, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 5,8 triliun, atau 45% dari target penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp13 triliun, “Sejalan dengan keinginan pemerintah agar penyaluran KUR ditujukan 40% kepada sektor produkif, maka capaian Juni tersebut setara dengan 43% dari total portofolio,” jelasnya.

Menurut dia, secara sektor, penyaluran KUR Bank Mandiri masih didominasi oleh bidang usaha perdagangan, yakni 29.32%, lalu diikuti oleh sektor jasa dan sektor pertanian. Adapun secara regional, penyaluran KUR terbesar dilakukan di Provinsi Jawa Timur, yakni kepada 23.178 debitur senilai Rp 1.115 miliar.

 

Kredit Mikro

Lebih lanjut Rohan mengatakan, Bank Mandiri mengincar pertumbuhan penyaluran kredit mikro di kisaran 28% menjadi sekitar Rp 65 triliun pada akhir tahun ini menyusul pertumbuhan solid yang dibukukan dalam tiga tahun terakhir, yakni dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 20% sejak 2014. Atas pencapaian tersebut, portofolio kredit mikro Mandiri hampir setara dengan 17,43% dari total industri.

Hingga Juni 2017, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit mikro sebesar Rp54,3 triliun, tumbuh 17,9% dari periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut sejalan dengan keinginan perseroan untuk mengimplementasikan secara nyata komitmen BUMN hadir untuk negeri dalam menciptakan nilai tambah kepada masyarakat.

“Secara gradual, kami terus meningkatkan penyaluran pembiayaan segmen mikro ke sektor-sektor produktif seperti seperti pertanian, perikanan dan pertambangan, yang kini mencapai 58,67% dari total portofolio,” kata Rohan.

Untuk mencapai target tersebut, Rohan melanjutkan, pihaknya telah menerapkan sejumlah strategi antara lain meningkatkan jumlah jaringan Mandiri Micro Unit yang kini telah meliputi 994 cabang mikro, 1427 unit mikro dan 652 kios mikro, di seluruh Indonesia.
“Kami juga meningkatkan kualitas SDM di segmen bisnis ini melalui pelatihan dan pembekalan agar proses penilaian kelayakan dan persetujuan kredit dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, SDM Mikro yang berkualitas juga mampu memberikan nilai tambah kepada pelaku usaha mikro binaan Bank Mandiri melalui pendampingan dan tutoring tentang pengelolaan keuangan,” tambah Rohan.

Upaya ini, dijelaskannya, pada akhirnya berdampak secara signifikan pada kualitas pembiayaan mikro Bank Mandiri, dimana rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga baik di bawah 3.0 %, atau hanya 2.42% pada akhir Juni 2017.

Strategi lain yang dikembangkan perseroan adalah memanfaatkan basis nasabah Bank Mandiri yang sekitar 1.2 juta sebagai mitra pengembangan maupun target pasar. Sinergi seperti ini terbukti efektif dan efisien dalam ikut memicu produktifitas pelaku usaha mikro.

Saat ini, Bank Mandiri memiliki dua buah produk mikro unggulan, yakni produ KUM dan KSM Adapun kedua produk didesain agar dapat mendukung pengembangan usaha debitur melalui skim kredit yang menarik dan bunga yang bersaing. Erfandi Putra