Hasan Aminuddin: Hari Pahlawan Khofifah Deklarasi Cagub

Hasan Aminuddin – Ketua DPP Partai Nasdem.

SURABAYA (global-news.co.id)-Kabar Khofifah Indar Parawansa yang kini masih aktif sebagai Menteri Sosial (Mensos) maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, memang masih simpang siur. Bahkan, sebagian besar politisi di Jawa Timur menyakini jika Khofifah akan kembali meramaikan ‘pertarungan’ di Pilgub Jatim.

Apalagi dalam beberapa kali survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei, nama Khofifah selalu muncul dan sebagai pesaing kuat Saifullah Yusuf yang sejak awal telah didapuk sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jatim dari PKB. Nama Khofifah pun terus meroket beriringan dengan Gus Ipul sapaan Saifullah Yusuf.

Tidak hanya itu, ‘gerilya’ Khofifah melalui sosialisasi program Program Keluarga Harapan (PKH) di sejumlah daerah di Jawa Timur, semakin gencar dilakukan. Anehnya, ketika dikonfirmasi wartawan disetiap kesempatan Khofifah tetap saja bergeming, dan mengaku jika dirinya masih check sound.

Ketidakpastian yang diperlihatkan membuat warga bertanya-tanya, dan menyangsikan Ketua Umum PP Muslimat NU ini maju di Pilgub Jatim 2018 mendatang. Namun semua itu akhirnya terjawab dengan pernyataan Ketua DPP Partai NasDem, Hasan Aminuddin.

Orang dekat Khofifah ini, menegaskan jika Khofifah hampir dipastikan akan maju untuk ketiga kalinya di Pilgub Jatim mendatang. “99 persen, Khofifah akan maju di Pilgub Jatim 2018. Selain Partai NasDem yang mengusung juga ada 4 partai lain yang arahnya ikut mengusung yaitu PPP, Partai Golkar, Hanura dan Gerindra,” tegas Hasan, kemarin.

Menurut anggota DPR RI dari Partai NasDem ini, Khofifah juga dipastikan akan segera mendaftar ke Partai Golkar Jatim yang sudah membuka pendaftaran Cagub-Cawagub. “Khan bisa bikin surat kuasa untuk mendaftar, jadi tak harus Khofifah sendiri yang mendaftar,” dalih mantan Bupati Probolinggo dua periode ini.

Ia mengaku, baru saja ketemu dan ditanya tokoh ulama NU di Sidoarjo terkait izin dari Presiden Jokowi jika Khofifah maju Pilgub Jatim. “Itu hak politik warga bangsa, Insya Allah Presiden Jokowi tak melarang karena dia itu orang yang bijaksana. Apalagi Presiden juga tak bisa melarang jika seorang menterinya mengundurkan diri,” jelas Hasan.

Kendati elit Partai NasDem hampir pasti mengusung Khofifah sebagai Cagub. Namun Hasan mengaku pasrah jika dipasangkan atau tidak dengan Khofifah di Pilgub Jatim mendatang. “Sebagai fungsionaris partai NasDem, kalau diperintah mendampingi Khofifah, saya siap. Begitu juga kalau tidak disuruh, saya tetap akan back up penuh dan siap memenangkan Khofifah di Pilgub Jatim 2018,” tegasnya.

Di tanya soal jadwal deklarasi Khofifah maju di Pilgub Jatim. Kembali Hasan menegaskan, paling lambat adalah bulan November bertepatan dengan Hari Pahlawan. “Deklarasi itu biasanya disesuaikan dengan momentum. Saya kira paling lambat November mendatang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan,” imbuhnya. * nas