Harga Kambing Naik Rp1,5 Juta, Walikota Mojokerto Terkejut

Walikota Mojokerto H Mas’ud Yunus saat menggelar sidak penjualan kambing jelang Idul Adha, Selasa (29/8/2017).

MOJOKERTO (global-news.co.id)-Harga hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha di Kota Mojokerto terus mengalami kenaikan. Tak tanggung-tanggung, harga kambing mengalami kenaikan hingga Rp 1,5 juta per ekor.

Kabar kenaikan harga kambing kurban ini menyita perhatian Walikota Mojokerto, H Mas’ud Yunus. Di dampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto, Happy Dwi prastiawan, Abah Mas’ud sapaan Walikota Mojokerto, mengaku terkejut saat melakukan sidak di dua lokasi penjualan hewan kurban di Mojokerto.

Saat di lapak pedagang kambing di Jalan Semeru, Abah Mas’ud mendapati harga kambing naik Rp 1,5 juta/ekor dibandingkan tahun lalu. Temuan serupa juga terjadi di lapak hewan di Jalan Raya Ijen. “Lha iya itu, harganya sekarang ini rata-rata di atas Rp 3,5 juta, naik dari tahun lalu rata-rata Rp 2 juta berapa gitu,” terang Abah Mas’ud, di sela-sela sidak, Selasa (29/8/2017).

“Kami ingin menjamin hewan kurban dalam kondisi sehat, tak ada yang cacat. Juga sesuai syariat Islam, umurnya cukup, sudah di atas setahun atau sudah poel,” kata Mas’ud kepada wartawan di lokasi yang juga melihat langsung Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Happy Dwi Prastiawan memeriksa beberapa ekor kambing milik pedagang.

Hasilnya, lanjut Mas’ud, sampai saat ini belum ditemukan hewan kurban yang tak memenuhi syarat. Lapak pedagang yang telah diperiksa diberi daftar hasil pemeriksaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto. Surat tersebut bisa menjadi patokan konsumen untuk membeli hewan kurban.

“Sampai saat ini belum ada temuan, sudah diperiksa oleh dokter hewan semunya sehat dan sesuai kaidah agama,” tegasnya.

Hanya saja, yang membuat Mas’ud terkejut adalah kenaikan harga kambing kurban. Menurut dia, harga kambing di Kota Mojokerto menjelang hari raya kurban tahun ini naik rata-rata Rp 1 juta/ekor. Kenaikan itu tak lepas dari belum adanya sentra peternakan kambing di Kota Onde-Onde, sehingga sebagian besar mengandalkan pasokan dari Trenggalek.

Mas’ud pun meminta kepada Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian agar ke depan ada pengembangan peternakan kambing. “Harus ada itu (peternakan kambing), PR (pekerjaan rumah) Pak Happy itu,” tandasnya.

Selain memastikan kelayakan hewan kurban, Pemkot Mojokerto juga telah memberi pelatihan terhadap 100 petugas penyembelih hewan kurban. Para petugas akan diterjunkan ke masjid, sekolah dan tempat-tempat penyembelihan hewan kurban di 18 kelurahan. * bas