Gandeng BUMN Lain, PT Semen Indonesia Turunkan Harga Semen di Papua hingga 75 Persen

GN/Ilustrasi

JAKARTA (global-news.co.id)– Masyarakat di pedalaman Papua kini bisa menikmati harga semen yang lebih murah. Harga satu pak semen di pedalaman pegunungan Papua sebelumnya mencapai Rp 2 juta atau lebih,  kini harganya Rp 500.000.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk (Persero), Agung Wiharto, mengatakan, penurunan harga tersebut dilakukan lewat kerja sama antara PT Semen Indonesia dengan PT Pelindo IV, PT Pos Indonesia, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dalam proses distribusi.

“Jadi semua dikelola dengan sangat efisien. Kami menekan semua margin-margin dari mulai di pabrik kami, sampai dengan distribusi di lokasi,” ujar Agung, Senin (14/8/2017).

Dijelaskan Agung, semen yang dipasok ke Papua berasal dari produksi pabrik Semen Tonasa di Sulawesi Selatan. Ada pengurangan margin dari biasanya yang dilakukan Semen Indonesia khusus untuk semen yang dikirim ke Papua.

“Dari Makassar, oleh pelindo IV, semen dibawa ke Timika, di sana ada gudangnya PT PPI. Dari gudangnya PPI, kemudian dibawa ke bandara untuk diangkut menggunakan pesawat. Itu ada dua kali penerbangan, 1 pesawat bisa angkut 500 sak,” jelas Agung.

Selanjutnya, setelah semen sampai di pedalaman Papua, pihaknya juga melakukan kesepakatan harga dengan para distributor di sana. Tujuannya, agar mereka tak menjual semen di atas harga yang ditetapkan Semen Indonesia.

“Setelah sampai ke Wamena, kita kerja sama juga dengan distributor. Kita buat kesepakatan supaya distributor itu mau menjual dengan harga yang sudah kita tetapkan, mereka tetap dapat margin, artinya tetap untung. Tetapi enggak terlalu besar,” papar Agung.

“Kita sudah buat kesepakatan, kalau mereka enggak mau jual dengan harga yang kita tetapkan, maka untuk penjualan kita akan handle sendiri saja, enggak pakai distributor,” terang Agung.

Seperti diketahui, sejak Jumat (11/8/2017) pemerintah mengurangi disparitas harga semen di wilayah pegunungan Papua hingga menjadi Rp 500 ribu per sak ukuran 50 kg.

“Mulai hari ini pemerintah telah menetapkan harga semen untuk Puncak Jaya sebesar Rp 500 ribu per sak (berukuran 50 kg), yang sebelumnya seharga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per sak,” ujar Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo saat acara launching harga semen Rp 500 ribu untuk pegunungan Papua di Mulia, Puncak Jaya, Papua, Jumat (11/8/2017).

Henock Ibo mengatakan, kalau dilihat, bangunan-bangunan di kota Mulia Puncak Jaya itu tidak ada bangunan bertingkat seperti yang ada di daerah lain, ini akibat mahalnya harga semen, sehingga konstruksi bangunan adalah dari kayu, termasuk bangunan kantor pemerintah daerah.

Tetapi hari ini pemerintah mengumumkan harga semen Rp 500 ribu per sak, tentu akan berdampak pada percepatan pembangunan infrastruktur di kabupaten ini.

“Pemerintah dan masyarakat Puncak Jaya memberikan penghargaan yang luar bisa kepada pemerintah Indonesia atas kebijakan yang dilakukan untuk membantu keinginan masyarakat di Puncak Jaya untuk membangun,” katanya.

Dia juga mengatakan, kalau kebijakan tol udara yang dibuat presiden Joko Widodo terbukti dapat menurunkan harga-harga kebutuhan pokok dan bahan bangunan hingga 200% di Puncak Jaya. Tol udara adalah program transportasi menggunakan pesawat udara yang biayanya disubsidi oleh pemerintah.

“Masyarakat selalu mengimpikan kapan ya kami bisa menikmati harga semen sama dengan di Jawa. itulah harapan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Stratrgis dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan secara prinsip pemerintah menginginkan seluruh masyarakat Indonesia di manapun berada mendapatkan pelayanan yang sama. Untuk itu pemerintah terus melakukan kebijakan untuk membantu rakyat.

Untuk mengurangi disparitas harga semen di Papua telah dilakukan sinergi Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pelni (Persero), PT Pelindo IV (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero).

“Ini babak baru, pada Agustus ini pengiriman semen dengan harga terjangkau ke Papua tiba di Pelabuhan Timika kemudian diangkut ke daerah pegunungan menggunakan Hercules. Program ini menggunakan produk salah satu anak usaha Semen Indonesia yaitu Semen Tonasa, pengiriman perdana dari Makassar ke pelabuhan Timika dengan volume 312 ton. Sedangkan pengiriman semen dari Timika ke Wamena melibatkan TNI AU dengan pesawat Hercules-nya yang mampu memuat semen hingga 12 ton dengan satu kali penerbangan per minggu,” katanya. (dtf)