Deputi Gubernur BI: Ekonomi Syariah Tumbuh Pesat

Para peserta saat mengikuti Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2017, Sulawesi Selatan, Jumat (25/8/2017).

MAKASSAR (global-news.co.id)-Bank Indonesia (BI) kantor wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2017, sebagai rangkaian acara menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2017 yang akan digelar di Surabaya. Acara FESyar secara resmi dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Jumat (25/8/2017).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yakni (25-27 Agustus) di Hotel The Rinra Makassar tersebut, mengusung tema “Fostering Inclusive Economic Growth and Improving Resiliency through Closer Collaboration and Coordination”.

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam sambutannya mengatakan, dalam tataran global kinerja ekonomi dan keuangan syariah dunia telah memperlihatkan pertumbuhan yang pesat. “Tahun 2015, volume industri halal global mencapai USD 3,84 triliun, dan diperkirakan akan meningkat mencapai USD 6,38 triliun pada tahun 2021,” paparnya.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan, dalam kancah global saat ini, meskipun Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-10 sebagai player dalam industri keuangan syariah global, namun secara umum posisi Indonesia lebih merupakan pasar produk halal terbesar.

“Ditahun yang sama yakni 2015 volume pasar makanan halal di Indonesia, yang merupakan pasar utama produk halal domestik dan juga merupakan peringkat pertama dalam pasar global, telah mencapai USD 160 miliar,” jelasnya.

Dia menilai, pengimplementasian UU No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada tahun 2019, akan menunjukkan betapa kuatnya potensi Indonesia dalam pasar produk halal.

Namun, potensi ini juga dapat mencerminkan ancaman jika ternyata produk halal tersebut tidak dapat dipenuhi secara domestik, sehingga berimplikasi terhadap besarnya impor yang akan menekan posisi neraca pembayaran Indonesia.”Pada gilirannya, hal ini tentu akan mengancam kemandirian dan ketahanan perekonomian daerah maupun nasional,” ujar Perry.

Perry menjelaskan, program edukasi dan sosialisasi ini menjadi salah satu wujud upaya nyata dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, sehingga mampu meningkatkan perannya dalam mendorong dan mendukung pertumbuhan serta ketahanan perekonomian daerah maupun nasional.

“Ekonomi dan keuangan syariah bukanlah merupakan suatu konsep yang eksklusif yang hanya ditujukan untuk umat Islam, namun merupakan suatu konsep yang inklusif yang secara aktif melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pergerakan roda perekonomian,” ujarnya.

Nilai-nilai ekonomi syariah dalam kegiatan ekonomi telah lama menjadi ruh bagi pengembangan dan pelaksanaan sistem ekonomi yang sesuai nilai-nilai luhur bangsa berlandaskan Pancasila. “Nilai-nilai dan prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan syariah menjunjung tinggi keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya titipan Allah,” jelasnya.

Nilai-nilai ini telah berjalan beriringan dan selaras dengan berbagai tujuan dunia internasional, yang telah dirumuskan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ke dalam beberapa sustainable development goals (SDGs), dalam rangka menjaga kelestarian dan kesinambungan hidup masyarakat dunia secara menyeluruh. * kbn, trb