CJH Indonesia Mulai Banyak Tersesat di Masjidil Haram

Sejak Selasa (7/8/2017) sebanyak 5.236 CJH Indonesia sudah tiba di Makkah Al-Mukaromah.

MAKKAH (global-news.co.id)-Calon jamaah haji (CJH) asal Indonesia yang sejak pertama tiba di Tanah Suci Makkah, Minggu (6/8/2017) hingga Selasa (8/8/2017) waktu setempat, mulai banyak yang tersesat di Masjidil Haram. Ini terjadi lantaran banyaknya CJH dari berbagai Negara yang mulai berdatangan di Makkah, Arab Saudi.

Aktivitas jamaah di Masjidil Haram pun mulai padat. Kondisi ini membuat banyak jamaah mulai kebingungan ketika hendak pulang ke pemondokan, atau hotel. Karena sejak kedatangan jamaah, Minggu kemarin, CJH dari berbagai daerah di Indonesia mulai melaksanakan umrah.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Mekah Suratman mengatakan, antisipasi petugas minim di Masjidil Haram memang telah dikoordinasikan ke sejumlah pihak terkait. Saat ini, pihaknya sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan 439 petugas di sektor, untuk diperbantukan memperkuat petugas Perlindungan Jamaah (Linjam) di sektor khusus Masjidil Haram yang hanya 22 orang.

“Kita perbantukan tapi bukan permanen, akan bergantian untuk membantu di Haram. Kita sudah koordinasikan dengan Linjam, dan targetnya dalam waktu dekat,” kata Suratma, di Makkah, Selasa (8/8/2017).

Suratman menjelaskan, seluruh kepala sektor telah diperintahkan memilih personelnya, untuk diperbantukan ke Masjidil Haram, agar pelayanan lebih maksimal untuk jamaah Indonesia yang tersesat.

Tidak hanya jamaah tersesat, menurut Suratman, banyak juga jamaah haji yang masih kebingungan mengenai ibadah mereka di Masjidil Haram. Terutama prosesi umroh, dari mulai tawaf hingga sa’i.

Setelah keluar Masjidil Haram, Suratman menceritakan, masih saja ada jamaah yang lupa melaksanakan tahallul atau mencukur rambut. Bahkan, ada dari mereka yang telah sampai pemondokan juga belum tahalul. “Kita akan optimalkan ketua kloter, untuk berkoordinasi dengan ketua rombongan selama berada di Arab Saudi, tidak hanya di Haram, tetapi juga Arafah,” tegas dia.

Dari pantauan tim Media Center Haji (MCH) di Masjidil Haram, tidak sedikit jamaah yang tersesat karena tidak ingat jalan keluar masjid. Kebanyakan adalah jamaah lanjut usia.

Keadaan ini bahkan membuat petugas Pelindung Jamaah (Linjam) yang jumlahnya terbatas mulai kewalahan. Padahal, jumlah jamaah haji belum terlalu banyak. * mch, nas