78 Guru SD Ikuti Workshop Bahasa-Budaya Madura

GN/Istimewa
D Zawawi Imron memberikan materi dalam workshop Bahasa dan Budaya Madura yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Dalam upaya melestarikan bahasa dan budaya Madura, Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan menggelar workshop Bahasa dan Budaya Madura untuk guru Bahasa Madura tingkat SD. Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan SDN Bugih I Kecamatan Pamekasan, diikuti 78 perwakilan guru dari 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari sejak Senin (21/8/17) , bertujuan mensukseskan kegiatan ini Disdik menggandeng Yayasan Pakem Maddhu sebagai pemateri. Selain dari Yayasan Pakem Maddhu, nara sumber lainnya juga dari unsur guru dan kepala sekolah yang memiliki kemampuan dalam bahasa Madura.

Yang menarik untuk memperdalam pengetahuan para guru bahasa Madura tentang Budaya Madura, dalam kegiatan ini disdik juga menghadirkan D Zawawi Imron, budayawan nasional asal Batang Batang Sumenep Madura. Dia diminta untuk mengisi tentang dinamika budaya Madura dan tantangannya ke depan.

“Mata pelajaran Bahasa Madura adalah materi pelajaran muatan lokal namun wajib hukumnya diberikan mulai tingkat SD hingga SLTA. Selama ini memang belum ada guru yang memiliki latar belakang khusus pendidikan bahasa Madura, karena itu maka untuk meningkatkan kualitas guru kita lakukan kegiatan pembinaan dengan workshop semacam ini. Ini rutin tiap tahun kita lakukan,“ kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Pamekasan, Pramajaya.

Dia menambahkan pelaksanaan pembelajaran bahasa Madura merupakan kewajiban bagi setiap sekolah dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas. Hal ini sudah diamanahkan oleh peraturan gubernur (pergub) dan perda setempat. Pemprop maupun Pemkab, kata Peramajaya,  sepakat Bahasa Madura wajib diajarkan di sekolah.

Pramajaya menambahkan ada banyak tema yang diulas dalam kegiatan tersebut. Mulai dari materi Ejaan Bahasa Madura, Kemampuan Berbahasa Madura, Model Pembelajaran Bahasa Madura, permainan budaya, Sastra Madura Kona, Sejarah dan Kearifan Lokal Madura, dan materi lainnya.

“Ini kegiatan tahunan untuk memberikan kompetensi dalam pembelajaran bahasa Madura. Karena belum ada spesifikasi guru berlatar belakang pendidikan bahasa Madura, kami berkewajiban memberi bekal kemampuan guru dalam bahasa Madura,” pungkasnya.

Dikatakan, Bahasa Madura memiliki makna dan filosofi yang agung. Bahasa Madura, kata Pramajaya,  memiliki andil besar yang terkait dengan budaya dan etika orang Madura. “Jika orang Madura mengenal dengan baik bahasanya, maka ia akan menjadi orang yang sopan, santun dan berkepribadian mulia,” katanya. (mas)