Universitas Brawijaya Polisikan Admin Facebook ‘Gay’

Ketua Tim Advokasi UB, Prija Dijatmika memperlihatkan laporan ke polisi terkait facebook “Persatuan Gay Universitas Brawijaya”, Rabu (26/7/2017).

MALANG (GN)-Munculnya akun facebook “Persatuan Gay Universitas Brawijaya” membuat geram pimpinan kampus terkemuka di Kota Malang. Bagaimana tidak, keberadaan FB tersebut jelas-jelas telah mencoreng nama baik kampus UB.

Rabu (26/7/2017) kemarin, pihak kampus melalui Ketua Tim Advokasi UB, Prija Djatmika mendatangi unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Malang Kota, untuk melaporkan pemilik admin akun facebook ‘gay’ yang dinilai mencemarkan nama baik kampus. “Laporan kita tujukan pada admin, sebagai pihak yang bertanggungjawab,” kata Prija kepada wartawan usai mendatangi SPKT Polres Malang Kota, dengan membawa surat kuasa atas nama Rektor.

Berdasarkan data yang dihimpun tim informatika UB, admin grup ‘Persatuan Gay Universitas Brawijaya’ atas nama Aditya Radit, namun menggunakan foto yang diambil dari facebook atas nama Hafid Rahmawan. Karena itu, polisi kini menelusuri dan menemukan pembuat dan pengelola grup tersebut. “Polisi akan melacaknya, belum diketahui siapa pelakunya. Kalau melacak teroris bisa, tentu ini sangat bisa. Tidak sulit,” ujarnya.

Prija mengatakan, hingga saat ini keberadaan akun tersebut sangat meresahkan para orang tua mahasiswa. Tidak sedikit di antara mereka melakukan klarifikasi ke kampus. Para orang tua khawatir anaknya ikut-ikutan dalam komunitas tersebut. “Para orang tua khawatir. Karena itu kami berharap polisi melalui tim Cyber Crime mengungkap ini,” tandasnya.

UB, kata Prija, secara tegas menolak keras segala bentuk yang berhubungan dengan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Hal ini diperlihatkan UB dengan menggagalkan diskusi seputar LGBT pada tiga bulan lalu, dengan tidak menggeluarkan izin kegiatan.

Akibatnya acara tersebut digelar di luar kampus, dan akhirnya pindah ke sebuah hotel di Kota Malang. “Masih kita mendalami kaitannya. Kami tegaskan larangan ini karena kami patuh kepada undang–undang. Seperti halnya kegiatan HTI yang juga tidak mendapatkan izin dan dibubarkan oleh pihak keamanan,” kata dia.

Sementara itu, tak berselang lama dari laporan pihak UB ke polisi, Hafid Rachmawan Priyatama (23) warga Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang yang fotonya terpasang sebagai admin grup facebook tersebut, mendatangi Polres Kota Malang.

Kepada awak media, Hafid menegaskan jika dirinya bukanlah admin FB gay. Ia mengaku fotonya dipasang oleh Aditya Radit yang merupakan admin dari fb tersebut.

Hafid menyebut fotonya diunggah Aditya di Instagram pada Agustus 2015. Ternyata akun Aditya Radit mencuri foto itu pada Oktober 2015, dan dipakai menjadi foto profilnya. “Saya tidak tahu kalau foto saya digunakan admin komunitas gay selama dua tahun ini,” kata Hafid, Rabu (26/7/2017).

Ia mengaku tidak mengenal Aditya Radit. Dia baru tahu ada grup gay dari temannya dan memberitahukan kepada dirinya jika fotonya dipakai akun Aditya Radit yang juga admin grup.

Karena merasa dirugikan, Hafid juga lapor ke Polres Malang Kota. Hafid pun merasa malu, padahal dia bukan gay. “Saya ingin membuktikan kalau admin tersebut bukan saya. Foto saya diambil, dan disalahgunakan,” ungkapnya.

Menanggapi laporang dari UB dan Hafid terkait FB gay, Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim cyber crime Polda Jatim dan Mabes Polri untuk menelusuri pemilik akun FB tersebut. “Kami sudah menerima laporan dari pihak UB. Jika memang diperlukan kami akan berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menemukan identitas pemilik akun,” kata Hoiruddin, Rabu (26/7/2017).

Hoiruddin menegaskan, kalau pihaknya serius menangani kasus ini. Pasalnya, kasus ini telah menimbulkan kecemasan di lingkungan universitas dan para orangtua mahasiswa. “Kami tegaskan kalau kami serius menangani kasus ini,” tegasnya.

Hoiruddin mengatakan, kalau saat ini tim dari Polres Malang Kota telah melakukan penelusuran untuk menemukan identitas akun. Sayangnya, ia masih belum mau bicara banyak soal penelusuran itu. “Kami masih akan terus dalami,” lanjutnya. * dtk, mlv, suc