Tol Pasuruan-Probolinggo Ditarget Akhir 2018 Tuntas

Pekerja proyek tol Pasuruan-Probilinggo melakukan pengaspalan.

PASURUAN (global-news.co.id)– Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk mengurai kemacetan yang terjadi di sejumlah jalur nasional. Salah satunya dengan mempercepat pembangunan tol di sejumlah daerah.

Di Jawa Timur, pengerjaan proyek tol terus dikebut, sehingga pada arus mudik dan balik pada lebaran tahun 2018 sudah bisa digunakan. Termasuk tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) sepanjang 31,3 kilometer tersebut kini terus dikebut.

Pembebasan lahan dilakukan beriringan dengan pengerjaan konstruksi. “Proses pembebasan lahan tol PasPro sudah mencapai 96,21 persen. Yang masih belum itu dibebaskan karena ada kendala seperti tanah wakaf dan lainnya. Secara umum relatif lancar,” kata Ika Wahyu Erwinda, Staf Administrasi Tehnik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Lahan Tol Pasuruan-Probolinggo, Senin (17/7/2017).

Pembangunan Tol PasPro dibagi tiga seksi, seksi I yang dimulai dari Grati – Tongas sepanjang 13,5 KM, seksi II Tongas – Sumberasih sepanjang 6,9 KM dan Seksi III yakni Sumberasih – Leces sepanjang 10,9 KM.

Kebutuhan lahan untuk Tol PasPro dari ketiga seksi itu ialah sekitar 2,7 juta meter persegi dengan jumlah 3.034 bidang. Waktu pengerjaan atau pelaksanaan proyek itu selama 900 hari kalender dengan waktu pemeliharaan selama 1095 hari kalender. “Untuk kontruksinya sudah sudah mencapai 31 persen,” terang perempuan yang akrab disapa Winda ini.

Tol ditargetkan akan selesai dan mulai open traffic pada Desember 2018 mendatang. “Namun dengan lebih cepatnya pembebasan lahan dari yang dijadwalkan, tol bisa selesai pada Juni 2018,” pungkas Winda.

Selain tiga seksi antara Grati hingga Leces, pemerintah juga rencananya akan membangun ruas To Leces – Gending sepanjang 14 KM, sehingga total panjang Tol Paspro mencapai 46 KM. * dtk, nas