Tempe jadi Menu Favorit Calon Jamaah Haji di Saudi

Calon Jamaah Haji asal Indonesia saat tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.

MAKKAH (global-news.co.id)-Tempe adalah salah satu makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai, tempe sesungguhnya lebih banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Bahkan ada sekelompok kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia.

Ismail merupakan salah satu pengusaha katering jawharat Asiakatetin di Makkah mengakui, perusahaan kateringnya harus menyediakan menu makanan bercitra rasa Indonesia untuk jamaah haji Indonesia, salah satunya tempe serta aneka ragam menu masakan Indonesia.

Beragam menu masakan tersebut, diharapkan dapat memenuhi selera makanan jamaah haji selama berada di Makkah nanti, sehingga rasa makanannya pun lebih familiar dengan lidah orang Indonesia.

Dihadapan anggota DPD RI yang di pimpin Fahira Idris saat melakukan kunjungan ke Makkah bersama Sekretaris Daker Makkah Suratman, Kasie Katering Evy Nurhayanah dan Kasie Perumahan & Penempatan Fitsa Baharudin, Ismail mengatakan selama 2x seminggu menu tempe akan di sajikan untuk memenuhi melengkapi kebutuhan menu citra nusantara. Tempe akan mendampingi menu sajian lainnya, seperti daging lada hitam rendang ayam goreng dan ayam semur tempe bacem dan tempe goreng ikan teri hingga terong balado dan lain-lain.

Menurut Ismail katering yang telah tiga tahun menjadi rekanan tim Indonesia untuk menyajikan makanan cita rasa nusantara, dirinya sudah merekrut 14 tukang masak dari indonesia, bahkan informasinya di salah satu perusahan katering di Makkah, sebagian perusahaan katering bahkan membuat sendiri tempenya.

Mengapa Tahu tidak, menurut Kadaker Makkah Nasrullah Jassam kualitas air di Arab Saudi berbeda dan tidak cocok untuk membuat tahu, pernah di coba membuatnya namun rasa agak sedikit asam dan berbeda dengan tahu pada umumnya.

Terkait pelayanan konsumsi jamaah haji Indonesia, Nasrullah menjelaskan, rencananya jamaah haji akan diberikan 2x makan, siang dan malam dengan menu makan siang terdiri dari nasi, lauk 2 macam, sayuran, buah dan air mineral. sedangkan makan malam terdiri dari nasi, lauk 1 macam, sayuran, buah dan air mineral dengan waktu distribusi makan siang jam 08.00 s.d. 11.00 WAS, makan malam jam 16.30 s.d. 21.00 WAS dan untuk snack sarapan diberikan bersama dengan distribusi makan malam.

Kasie Katering Evy Nurhayanan menambahkan, para jamaah untuk menghindari makan yang terlalu pedas atau mengkonsumsi sambal yang berlebihan, karena dikhawatirkan mengganggu pencernaan yang mengakibatkan sakit perut atau diare, sehingga mengganggu ibadah nantinya. * kmg