Sikapi Video Aksi Mesum, Pemkab Minta Hukum Jalan Terus dan Pembinaan Ditingkatkan

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pemkab Pamekasan, Senin (24/7/2017), menggelar pertemuan membahas tindak lanjut video perbuatan mesum di ruang tunggu Kantor Dinas Penamaman Modal Jalan Jokotole Pamekasan. Video viral di media sosial itu dilakukan oleh seorang pria dan perempuan yang diduga merupakan akvitis LSM di Pamekasan. Kasus itu tengah diusut Polres Pamekasan.

Rapat koordinasi dihadiri anggota Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) antara lain Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi dan Dandim 0826 Pamekasan Letkol Nuryanto. Lalu perwakilan Kejaksaan Negeri Pamekasan, Bupati Pamekasan Achmad Syafii diwakili Plt Sekdakab Pamekasan Drs Moh Alwi MSi.

Selain itu juga hadir Ketua MUI Pamekasan KH Ali Rachbini bersama Sekretarisnya Drs Imam Santoso, Ketua PD Muhammadiah Pamekasan, Pengurus Persatuan Islam (Persis) Pamekasan dan ormas Islam lainnya. Juga hadir perwakilan dari Dinas Pendidikan, Kemenag Pamekasan dan sejumlah perwakilan dari instansi terkait.

Moh. Alwi mengatakan rapat koordinasi itu digelar menyikapi video perbuatan mesum yang telah beredar itu. Tujuannya untuk menentukan langkah atau rencana tindak lanjut apa yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah. Dia bilang pemkab wajib hadir menangani kasus itu, apalagi kasus tersebut terjadi di kantor pemerintah daerah.

“Telah banyak masukan yang kita terima, dari perwakilan yang hadir dalam rapat ini. Semuanya menjadi acuan untuk tindakan kita selanjutnya. Yang menjadi pembicaraan bukan hanya soal video aksi mesum itu namun juga untuk hal lain yang terkait dengan tindakan asusila dan kebebasan pergaulan secara umum,” katanya.

Pemkab melaui  SKPD terkait, kata Alwi, akan melakukan tindakan sesuai dengan tupoksi masing masing yang bertujuan untuk menjaga agar hal seperti itu tidak terjadi lagi dan juga untuk melakukan pembinaan bagi generasi muda secara umum agar terhindari dari perilaku pergaulan bebas yang masuk kategori penyakit masyarakat.

Banyak usulan yang muncul dalam pertemuan itu, misalnya Dandim 0826 Pamekasan Nuryanto meminta agar media massa memberitakan secara bijaksana jangan terlalu vulgar mengumbar  adegan mesumnya. Secara umum Dandim setuju agar pemberitaan tetap muncul dengan target mencegah agar hal itu tak terulang dan mendidik masyarakat.

Ketua MUI Pamekasan KH Ali Rachbini menekankan pada tiga aspek. Pertama, pemkab harus berupaya untuk tetap proses hukum kasus itu. Kedua, pemkab harus berupaya agar hal yang seperti itu tak terulang lagi dan yang ketiga dia sendiri mengaku prihatin atas  kejadian itu, karena lokasinya di lakukan di wilayah kantor pemerintah.

Sementara itu Daeng Ali Taufiq Ketua PD Muhammadiyah Pamekasan menekankan perlunya perhatian pada masalah pembinaan moralitas dan karakter generasi muda yang harus dilakukan terencana dan serius. Semua elemen, kata Taufiq, harus terlibat menjaga generasi muda terhindar dari perilaku menyimpang tersebut. (mas/*)