Politisi dan GNPF-MUI Desak Polisi Segera Tangkap Penganiaya Hermansyah

Hermansyah saat menjalani perawatan di RS Hermina, Depok sebelum akhirnya dirujuk di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

JAKARTA (global-news.co.id)-Penanganan medis korban pengeroyokan dan pembacokan Hermansyah di Tol Jagorawi oleh lima orang tak dikenal, terus mendapat perawatan medis secara itensif. Kini ahli IT dari ITB ini kini menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, setelah sebelumnya dirawat di RS Hermina, Depok, Jawa Barat.Pemindahan Hermansyah itu mendapat pengawalan oleh kepolisian.

Saat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, sejumlah kolega dan politisi terlihat menjenguk Hermansyah. Tampak anggota Dewan Pembina DPP Gerindra Habiburokhman, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir, Juru Bicara FPI Munarman, Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy, para Alumni ITB dan sejumlah kerabat dekatnya.

Pantauan di lokasi, Habiburokhman datang seorang diri dan tiba sekitar pukul 10.50 WIB. Habiburokhman datang mengenakan kemeja putih dan bercelana panjang hitam. Dia mengaku prihatin dengan peristiwa yang menimpa Hermansyah.

“Jadi ke sini sebagai sesama anak bangsa. Saya prihatin peristiwa yang sedemikian buruk bisa terjadi menimpa beliau,” kata Habiburokhman saat ditemui di depan ruang ICU RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (10/7/2017).

Habiburokhman mengatakan saat ini kondisi Hermansyah dalam kondisi tidak stabil. Sehingga butuh penanganan serius. “Belum ini saya baru datang, (Hermansyah) dalam kondisi sedang tidak stabil. Sedang dalam penanganan yang sangat serius,” ujar Habiburokhman.

Dia meminta polisi segera mengusut pembacokan yang menimpa Hermansyah. Menurutnya, polisi bisa dengan mudah mengusut pelaku pembacokan tersebut. “Yang kita pertanyakan kalau ini spontanitas harusnya tidak terlalu sulit bagi aparat kepolisian untuk menanangkap pelakunya, atau ini sudah direnacanakan jadi sudah dihilangkan alat buktinya jadi lebih sulit,” urainya.

“Kami berharap negara menunjukkan perannya selama ini tangkap pelakunya jangan sampai kompromi,” ujar Habiburokhman.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir saat membesuk Hermansyah saat diraat di RS Hermina, Depok, Jawa Barat, mengaku belum dapat memastikan ada-tidaknya kaitan pembacokan itu dengan posisi Hermansyah sebagai saksi ahli dalam perkara Habib Rizieq Syihab.

Karena itu, menurut Bachtiar, perlu didalami terlebih dahulu untuk memastikan ada tidaknya kaitan pembacokan ini, dengan posisi Hermansyah sebagai saksi ahli dalam kasus Habib Rizieq Syihab. Bachtiar mengaku harus bicara dulu dengan Hermansyah.

“Apakah ada kaitannya (dengan posisi sebagai saksi ahli) harus kita dalami dulu. Benar bahwa Herman itu saksi ahli kasus Firza, tapi waktu ditanya wartawan saya jawab saya belum tahu, nanti tunggu penyelidikan polisi seperti apa, saya juga belum punya bukti yang kuat, saya juga harus bicara dengan Herman dulu,” ujarnya.

Ketua Ikatan Alumni Institut Teknik Bandung (ITB) di Jakarta Abdi Manaf meminta kasus pembacokan terhadap Hermansyah diusut tuntas. Polisi diminta segera menangkap pelaku pembacokan tersebut. “Yang pertama harus segera diusut tuntas, cepat dan diungkap pelakunya sekaligus motifnya apa supaya tidak berkembang yang macem-macem,” kata Abdi.

Abdi juga meminta ada jaminan perlindungan bagi warga dari tindak kekerasan, khususnya kepada aktivis yang kritis seperti Hermansyah. “Kedua, kejadian apapun ini adalah kekerasan, kita minta polisi memberi jaminan untuk meningkatkan perlindungan kepada warga khususnya kebetulan Herman ini aktivis kritis terhadap beberapa hal, nah itu perlu diberi jaminan,” ujarnya.

Namun begitu, Abdi tidak mau menduga-duga soal motif pembacokan tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk mengungkap. “Nah itu biar nanti polisi karena kita nggak mau mengarang-ngarang ya,” tuturnya. * dtk, mdk, nas