Polda Jabar Selidiki Ancaman Teror Di Masjid Sumedang

Petugas memeriksa kotak amal di Masjid Al-Hidayah di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Sabtu (8/7/2017).

BANDUNG (global-news.co.id)-Ancaman teror bom yang ditulis dalam secarik kertas yang dimasukkan dalam kotak amal di Masjid Al-Hidayah di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, menjadi atensi serius Polda Jawa Barat. Selebaran teror dengan mengatasnamakan ISIS ini dinilai telah meresahkan masyarakat.

“Kita sigap dan masalah ini akan diselidiki lebih lanjut,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, Sabtu (8/7/2017).

Yusri mengatakan, bahwa Polda Jawa Barat langsung berkoordinasi dengan Detasemen Khusus 88 Mabes Polri untuk memeriksa lebih lanjut nama dan alamat yang tertulis dalam kertas itu. “Keterangan dari Polda Sumut bahwa yang bersangkutan dalam keterangannya tidak pernah ke Jawa, makanya masih kita lidik,” katanya.

Aparat kepolisian setempat masih melakukan pengamanan di Masjid Al-Hidayah untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi warga sekitar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DKM Masjid Jejen Fahrudin dan Sekretaris DKM Endon, Jumat (7/7/2017) usai Sholat Jumat  menemukan kertas berisi pesan itu dalam kotak amal masjid.

“Di dalam kotak amal tersebut ditemukan selebaran kertas putih bertuliskan tinta hitam dan dibungkus dengan uang kertas Rp2.000, setelah dibuka ternyata berisi ancaman teror tersebut,” katanya.

Ketua DKM kemudian melaporkan temuan itu ke Kepolisian Sektor Pamulihan, yang berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Sumedang menyelidiki perkara itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, ada tulisan alamat orang bernama Adnan dan Ari Bayu di Desa Perkotaan, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada lembaran kertas berisi pesan itu. * ara, nas