Pelindo III dan Pertamina Ambil Peluang Bisnis Bunker BBM

 

Direktur Utama BJTI Port Putut Sri Muljanto dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Gandhi Sriwidodo memperlihatkan penandatanganan MoU di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta.

SURABAYA (global-news.co.id)–PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) atau BJTI Port melakukan kerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga, membangun fasilitas penyediaan kebutuhan bahan bakar (BBM) bagi kapal-kapal yang berada di pelabuhan wilayah kerja Pelindo III (Persero). Kerja sama antar Pelindo Group dengan Pertamina Group tersebut, tertuang dalam perjanjian pendahuluan pengembangan bisnis.

“Selama ini paket pelayanan terpadu jasa kapal di pelabuhan belum termasuk pelayanan jasa bunker BBM. Atas hal tersebut kami akan membangun sinergi antar BUMN/anak perusahaan BUMN untuk melengkapi pelayanan jasa kapal di pelabuhan,” tutur Corporate Secretary Pelindo III, Faruq Hidayat kepada global news, Jumat (7/7/2017).

Ia menjelaskan fasilitas tank storage bersama Pertamina Patra Niaga tersebut rencananya dibangun di Pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Emas Semarang, dan Pelabuhan Banjarmasin dari 43 pelabuhan yang tersebar di 7 provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

“Dengan asset tanah yang sangat strategis, nilai potensi bisnis pelayanan BBM kapal diperkirakan mencapai Rp 3 triliun,” jelasnya.

Faruq Hidayat menambahkan, pemanfaatan asset Pelindo III tersebut merupakan realisasi bingkai kerjasama 3 BUMN, yaitu Pelindo III, Pertamina, dan PLN.

Sementara itu, Deputi Bidang Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengatakan bahwa kerja sama perusahaan tersebut merupakan cerminan harmonisasi yang baik antara dua BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan maupun energi dengan menggandeng perusahaan swasta.

“Salah satu capaian dalam mewujudkan roadmap BUMN ditempuh melalui sinergi antar-BUMN,” ungkap Edwin. Ia berharap model kerja sama demikian dapat dikembangkan secara berkesinambungan sehingga mampu meningkatkan daya saing BUMN di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya. * ari