Palestina Bekukan Komunikasi dengan Israel

Warga Palestina memilih shalat berjamaah di jalan akibat pemasangan detektor logam di kompleks Harm al Sharif.

RAMALLAH (global-news.co.id)-Pihak Palestina membekukan komunikasi dengan Israel terkait ketegangan di kompleks Masjid Al-Aqsa. Tindakan ini dilakukan Palestina setelah Israel bersikukuh memasang detektor logam di pintu masuk kompleks suci itu.

Dalam pidatonya, seperti dilansir AFP, Sabtu (22/7/2017), Presiden Palestina Mahmud Abbas mengecam langkah keamanan yang diterapkan Israel, yakni memasang detektor logam, di pintu gerbang kompleks Haram al-Sharif, atau yang oleh penganut Yahudi disebut sebagai Temple Mount. Kompleks Haram al-Sharif atau Temple Mount menjadi lokasi Masjid Al-Aqsa dan Dome of Rock atau Bait Suci yang suci bagi umat Islam, Yahudi dan Kristen.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas

“Saya, atas nama kepemimpinan Palestina, mengumumkan… pembekuan seluruh komunikasi dengan otoritas pendudukan di semua level hingga Israel berkomitmen membatalkan seluruh langkah-langkah melawan rakyat Palestina kami secara umum dan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa secara khusus,” ucap Abbas yang disambut tepuk tangan jajaran pejabat Otoritas Palestina.

Abbas menuding tindakan Israel itu terkesan seperti ‘langkah keamanan untuk mengambil alih seluruh kompleks Masjid Al-Aqsa’.

Tidak diketahui pasti apakah langkah pembekuan itu juga berlaku untuk koordinasi keamanan diam-diam yang selama ini dilakukan antara Otoritas Palestina dengan Israel. Koordinasi itu dipandang banyak membantu mencegah konflik meluas dalam beberapa tahun terakhir.

Baik Palestina maupun Israel memiliki serangkaian komunikasi untuk berbagai isu. Kesepakatan terbaru antara kedua pihak adalah terkait air dan listrik. Sedangkan perundingan damai antara Palestina dan Israel menghadapi jalan buntu sejak tahun 2014, meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah berupaya memulai kembali perundingan itu.

Pernyataan Presiden Abbas ini disampaikan setelah tiga warga Palestina tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di Yerusalem dan Tepi Barat, pada Jumat (21/7/2017) waktu setempat.

Bentrokan semakin panas setelah otoritas Israel menolak seruan untuk mencabut pemasangan detektor logam di pintu masuk kompleks masjid tersebut.

Otoritas Israel memasang detektor logam di pintu masuk kompleks masjid tersebut sejak 14 Juli, setelah tiga pria Palestina menembak mati dua tentara Israel. Ketiga warga Palestina tersebut kemudian tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan Israel. Pemasangan detektor logam tersebut telah memicu kemarahan warga Palestina. (afp/dtc)