Kewaspadaan Polisi

Erfandi Putra
Pimred/Pemimpin Umum

Ada khabar teroris mulai “menghintai” Jatim. Malah ada yang menghembuskan berita bahwasanya teroris sudah memasuki daerah Sumenep, Madura. Benarkah? Atau hal itu isu semata? Apapun itu, isu atau apalah yang jelas polisi harus waspada. Apalagi belakangan ini, polisi menjadi sasaran teroris di sejumlah daerah di tanah air.

Kewaspadaan tersebut memang harus diterapkan polisi. Khususnya terhadap pergerakan terorisme yang akan mengganggu stabilitas keamanan NKRI. Informasi terakhir, dimana kelompok ISIS di Filipina Selatan (Marawi) dikhabarkan mulai terdesak dan dikhawatirkan mereka “bercerai-berai”. Dan tidak menutup kemungkinan para pengikutnya terpencar kemana-mana.

Langkah Kapolres Sumenep, AKBP H. Joseph Ananta Pinora, yang terus menerus melakukan koordinasi dengan instansi terkait, terutama TNI, untuk mengantisipasi ancaman terorisme di wilayah hukum Sumenep haruslah diapresiasi. Apalagi, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Hamli yang menyebutkan bahwa gerakan ISIS sudah menyebar di 16 daerah di Jawa Timur termasuk Madura.

Yang tak kalah pentingnya, yakni “kesiapan” polisi yang bertugas di lapangan. Kewaspadaan tersebut harus menjadi kata kunci. Jangan sampai “kecolongan”  menghadapi teroris yang semakin “gencar” melakukan penyerangan tak mengenal waktu dan tak mengenal tempat tersebut. Karena itu, petugas yang berada di lapangan harus penuh waspada menghadapi perkembangan terakhir ini.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur sendiri terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi masuknya teroris ke wilayah itu. Mengenai kabar adanya teroris yang memasuki wilayah Pulau Madura juga masih sekedar isu. “Soal kabar teroris masuk ke wilayah Madura itu masih isu. Yang jelas masuk atau tidak masuk, Polda Jatim tetap waspada. Sebagai bentuk antisipasi, di mako-mako pasukannya sudah lengkap dan siap,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Surabaya, Rabu (5/7/2017).

Langkah yang diambil Kapolda Jatim tersebut merupakan tindakan konkrit dalam mengetrapkan kewaspadaan. Bahkan untuk mengecek kewaspadaan tersebut, Kapolda intensif berkeliling ke polsek dan Polres jajaran untuk mengecek kewaspadaan dan melatih kepekaan dan kesiapan anggota di lapangan. Anggota yang sedang berjaga namun tidur kami hukum. Ada anggota yang lengah atau tidak waspada berikan sanksi supaya anggota yang lain melihat tetap waspada.

Salah satu kewaspadaan yang dilakukan anggotanya ialah saat mengamankan dua orang mencurigakan yang hendak menumpang tidur di mushala Polsek Glenmore Polres Banyuwangi, Selasa (4/7/2017). Di salah satu polsek jajaran Polres Banyuwangi ada dua orang yang menumpang tidur perjalanan dari Sidoarjo ke Bali, tapi di tasnya berisi senjata tajam, makanya diperiksa.

Nah inilah yang harus menjadi perhatian oleh polisi. Jangan sampai lengah. Dalam kondisi seperti ini kewaspadaan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dalam menjaga keamanan lingkungan maupun pribadi. Polisi di Jatim harus all out untuk pengamanan dirinya, pengamanan kesatuannya maupun masyarakat.(*)